News / Read

Minyak berbalik melemah pada perdagangan sesi Asia hari Jumat

Blog Single

Minyak berbalik melemah pada perdagangan sesi Asia hari Jumat

Minyak mentah diperdagangkan lebih rendah pada hari Jumat, pasar menunggu terobosan baru dalam pembicaraan perdagangan AS-China dan dampak dari pemotongan produksi OPEC untuk mendapatkan gambaran perdagangan jangka pendek.

Minyak mentah West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York menetap lebih rendah 23 sen, atau 0,4%, pada $ 52,25 per barel, setelah mencatatkan harta tertinggi 2019 baru di $ 52,75.

Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London naik tipis 17 sen, atau 0,2%, pada $ 61,61 setelah sebelumnya sempat naik ke $ 61,91 harga tertingginya untuk tahun ini.

Perdagangan minyak membalik pelemahan yang terjadi sejak akhir tahun lalu, dengan WTI turun 40% sepanjang perdagangan bulan Desember setelah mencapai harga tertinggi sebelumnya pada awal Oktober.

Minyak mentah berjangka AS telah naik lebih dari 23% sejak pembukaan perdagangan tahun ini dalam perputaran yang luar biasa didorong oleh pengurangan produksi Saudi dan optimisme atas pembicaraan perdagangan antara AS dan delegasi China.

Rally penguatan terakhir datang setelah Menteri Enery Saudi Khalid al-Falih berjanji untuk menyeimbangkan kembali pasar, mengatakan UEA akan menurunkan sekitar 800.000 per hari dari rekor tertinggi 10,2 juta barel per hari pada November. Jumlah yang akan dikirim Riyadh ke luar negeri pada Februari akan 100.000 lebih rendah dari 7,2 juta barel per Januari.

Pernyataan Falih, bersama dengan berita positif tentang masalah besar obligasi Saudi dan rencana listing untuk perusahaan minyak UEA, membantu mempertahankan kenaikan pada harga minyak.

Sementara itu set data dari AS menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah turun 1,68 juta barel untuk pekan yang berakhir 4 Januari, sekitar sepertiga lebih rendah dari perkiraan penurunan 2,4 juta.

Di sisi produk, persediaan bensin naik 8,07 juta barel, dua kali lipat lebih banyak dari perkiraan yang diharapkan sebesar 3,39 juta barel. Stok sulingan, yang meliputi diesel dan minyak pemanas, meningkat 10,61 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan untuk kenaikan 1,89 juta.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: