News / Read

Emas staibl di tengah ketidakpastian geopolitik global

Blog Single

Harga emas sedikit menurun di temgah ketidakpastian geopolitik

Emas tidak banyak berubah pada perdagangan di tengah ketidakpastian geopolitik antara AS dan China serta ditambah juga kekhawatiran Brexit pada minggu ini.

Wakil Perdana Menteri China Liu He akan mengunjungi AS pada 30-31 Januari untuk putaran pembicaraan perdagangan berikutnya memberi investor harapan bahwa perjanjian potensial antara dua ekonomi terbesar dunia itu bergerak maju. Berita itu muncukl bersamaan dengan berita investigasi kriminal AS terhadap pemasok peralatan telekomunikasi Huawei.

AS akan menaikkan tarif impor lebih lanjut $ 200 miliar pada bulan Maret kecuali jika kedua negara dapat menyelesaikan perbedaan mereka dalam perdagangan. Kebuntuan baru-baru ini telah mendukung emas, dianggap sebagai tempat yang aman di saat ketegangan geopolitik.

Di tempat lain, kemenangan Perdana Menteri Theresa May melawan mosi tidak percaya membuat para analis berspekulasi bahwa sentiment risiko Inggris yang keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan telah berkurang. Itu terlepas dari kenyataan bahwa perjanjian May dengan UE atas Brexit ditolak sehari sebelumnya oleh parlemen Inggris dalam kekalahan yang memecahkan rekor.

Emas berjangka untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Mercantile Exchange bergerak naik $ 3,65 atau 0,28%, menjadi $ 1,291,20 per troy ounce.

Dalam perdagangan logam lainnya, perak berjangka kehilangan 0,81% pada $ 15,512 per troy ounce. Palladium futures naik 2,15% menjadi $ 1,351.65 per ons, sementara Platinum diperdagangkan naik 0,31% pada $ 810,40.

Di lain tempat perdagangan, tembaga kehilangan 0,28% menjadi $ 2,666 per pon, sedangkan aluminium berjangka kehilangan 0,54% menjadi $ 1,853 per metrik ton setelah Alcoa (NYSE: AA) mengatakan prospek permintaan metai mencatatkan nilai terlemah dalam 10 tahun terakhir.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: