News / Read

Minyak datar pada perdagangan di tengah prospek pemotongan produksi OPEC

Blog Single

Minyak datar pada perdagangan di tengah prospek pemotongan produksi OPEC

Harga minyak mentah berhasil bertahan stabil pada perdagangan hari Jumat, di tengah kemungkinan pemotongan produksi dari OPEC untuk sisa perdagangan tahun ini.

OPEC terus merujuk ke arah Big Bad Shale sebagai alasan untuk tetap memotong produksi tahun ini.

Kekhawatiran mengenai perdagangan minyak terus meningkat pada minggu ini setelah kerusakan instalasi minyak di Telu Meksiko bersamaan dengan permasalahan AS dan Iran yang kembali memanas. Kedua faktor tersebut secara singkat berhasli mendorong harga ke tingkat tertinggi pada minggu ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York turun tipis 23 sen, atau 0,4%, pada $ 60,20 per barel, setelah sebelumnya mengalami kenaikan ke $ 60,93. Brent yang diperdagangkan di London sebagai patokan untuk minyak di luar AS, berada pada harga $ 66,52, turun 49 sen. Setelah sebelumnya naik ke $ 67,64.

Pada minggu ini minyak mentah WTI naik hampir 5% sementara Brent lebih tinggi hampir 4%. Kedua tolok ukur minyak dunia tersebut mendapatkan kenaikan 4,5% dari kekhawatiran global. Untuk tahun ini, minyak mentah AS menunjukkan kenaikan 33%.

Lonjakan terbaru minyak terjadi setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak, yang memproduksi 40% minyak dunia, akan memproduksi sekitar 560.000 barel per hari lebih dari yang dibutuhkan tahun depan, meskipun di tengah meningkatnya output minyak serpih AS.

Laporan itu berarti bahwa OPEC yang dipimpin Saudi dan sekutu non-anggotanya Rusia, akan memangkas produksi tanpa batas waktu setelah menyetujui minggu lalu untuk meninjau kembali pengurangan produksi pada Maret 2020.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: