News / Read

Dolar masih stabil menguat menyusul penguatan pada akhir pekan lalu

Blog Single

Dolar masih stabil menguat menyusul penguatan pada akhir pekan lalu

Perdagangan hari Senin terpantau datar, para investor akan memantau ketat keputusan suku bunga Fed dan Bank eropa pada minggu ini.

Bersamaan dengan itu, pemilihan umum Inggris yang akan menentukan arah Brexit pada 12 Desember mendatang. Pasar juga akan mengawasi berita utama dari perang perdagangan global Presiden AS Donald Trump menjelang tenggat waktu 15 Desember yang akan datang untuk tahap baru tarif AS pada impor China.

Dolar AS sebelumnya naik pada hari Jumat, menghentikan kerugian lima hari berturut, karena data menunjukkan ekonomi AS menciptakan jauh lebih banyak pekerjaan daripada perkiraan pada bulan November yang menggarisbawahi ekspektasi bahwa Fed akan tetap stabil setelah memangkas suku bunga tiga kali tahun ini.

Keuntungan dalam dolar masih tertahan meskipun angka pekerjaan kuat, namun. Greenback telah melemah sejak awal bulan Desember karena banyaknya angka data ekonomi yang melemah termasuk pada sektor penggajian swasta, jasa, manufaktur, dan pengeluaran konstruksi, yang semuanya menunjukkan bahwa ekonomi sedang melambat.

Laporan pekerjaan memberikan kelonggaran dari semua pesimisme dan dari ketidakpastian yang berkelanjutan atas status negosiasi perdagangan AS-China.

Dolar masih membukukan kerugian persentase mingguan terburuk dalam lebih dari sebulan.

Indeks dolar AS naik 0,3% menjadi 97,64 pada akhir perdagangan. Meskipun begitu indeks masih turun 0,6%, kerugian mingguan terbesar sejak awal November.

Dolar turun 0,1% terhadap yen di 108,57, membukukan kinerja mingguan terburuk dalam hampir dua bulan.

Euro berada di 1,1057, turun 0,4%. Sterling turun ke 1,3135. Pound Inggris melonjak ke level dua setengah tahun terhadap Euro karena para pedagang semakin yakin bahwa ketidakpastian Brexit akan segera berakhir.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: