News / Read

Dolar lebih lemah pada perdagangan tertekan ekspektasi penurunan suku bunga Fed

Blog Single

Dolar lebih lemah pada perdagangan tertekan ekspektasi penurunan suku bunga Fed

Dolar AS lebih lemah pada perdagangan Selasa, tertekan oleh ekspektasi investor yang tumbuh bahwa Fed dapat memberikan penurunan suku bunga lebih cepat untuk mengurangi dampak dari wabah virus corona.

Indeks dolar AS pada perdagangan hari ini terpantau turun 0,06% menjadi 99,13.

Kenaikan pada jumlah kasus Covid-19 di Iran, Italia, dan Korea Selatan selama akhir pekan telah meningkatkan taruhan pada penurunan suku bunga Fed jangka pendek, menempatkan greenback pada tekanan.

Italia melaporkan lebih dari 220 kasus virus, dengan lima kematian pada minggu ini. Korea Selatan mengonfirmasikan 231 kasus, menjadikan total di negara itu lebih dari 830. Iran, sementara itu, mengonfirmasi 61 total kasus, dengan 12 kematian di seluruh negeri.

Namun meskipun begitu peluang penurunan suku bunga Fed saat ini di bulan Maret hanya 23%.

Terhadap meningkatnya kekhawatiran investor tentang pandemi virus corona, Yen tampaknya telah mendapatkan kembali statusnya sebagai safe-haven setelah pelemahannya pekan lalu terhadap greenback di tengah kekhawatiran tentang serangan signifikan yang dipicu oleh virus terhadap ekonomi Jepang mengingat kedekatan negara itu dengan China.

USD / JPY bergerak naik sekitar 0,1% menjadi Y110,59 dari sejak perdagangan sesi sebelumnya.

EUR / USD naik 0,16% menjadi $ 1,0860, namun kenaikan masih tertahan melihat penurunan pada data ekonomi kawasan Eropa di minggu lalu.

GBP / USD turun 0,38% menjadi $ 1,2919 dan USD / CAD naik 0,49% menjadi C $ 1,3287, dengan Dolar Kanada yang berada di bawah tekanan setelah harga minyak mengalami penurunan satu hari terbesar sejak September, turun sekitar 5% pada hari itu.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: