News / Read

Harga minyak lebih kuat meskipun di tengah lonjakan pasokan mingguan AS

Blog Single

Harga minyak lebih kuat meskipun di tengah lonjakan pasokan mingguan AS

Harga minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi pada pasar hari Kamis meskipun sebelumnya laporan mingguan AS mencatatkan lonjakan pasokan yang tertimbun akibat dari krisis global.

Pada sepanjang perdagangan tahun ini, harga telah turun sebanyak 6% setelah data minyak mingguan dari pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah tertinggi dalam waktu tiga tahun terakhir.

West Texas Intermediate, patokan yang diperdagangkan di New York untuk harga minyak mentah AS, tercatat naik 17 sen, atau 0,8%, pada $ 21,10 per barel setelah mencapai posisi terendah sesi sebelumnya di $ 19,93. Sementara WTI mencapai titik terendah dalam 18 tahun di $ 19,27.

Brent yang diperdagangkan di London, patokan global untuk minyak, merosot $ 1,41, 5,3%, menjadi $ 24,94. WTI kehilangan 66% harga untuk kuartal pertama perdagangan tahun ini.

Harga minyak mentah terus melemah karena tingkat permintaan yang turun disebabkan oleh pandemi corona dan kenaikan produksi yang tidak tepat waktu oleh Arab Saudi, yang telah meningkatkan produksinya sebesar 30% selama sebulan terakhir ke rekor 12,3 juta barel per hari.

Dataset minyak mingguan yang dirilis oleh Energy Information Administration AS menunjukkan stok minyak mentah naik 13,8 juta barel pekan lalu, mencatatkan kenaikan untuk dua minggu berturut.

Turun nya harga minyak mentah tidak sepenuhnya mengejutkan, mengingat hampir seluruh sektor ekonomi lumpuh di AS mendorong dan menggerakkan kegiatan publik karena lebih dari sepertiga penduduknya sedang terkunci dalam upaya untuk menahan penyebaran pandemi.

Dampak Covid-19 pada kilang juga jelas terlihat, dengan kilang beroperasi pada lebih dari 82% kapasitas minggu lalu, turun dari 87% minggu sebelumnya.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: