News / Read

Euro melemah pada hari Jumat ditekan prospek penutupan ekonomi Eropa

Blog Single

Euro melemah pada hari Jumat ditekan prospek penutupan ekonomi Eropa

Mata uang Eropa kembali diperdagangkan lebih rendah terhadap Dolar AS pada perdagangan pasar Asia hari Jumat, di tengah peningkatan resiko pada perdagangan.

Euro terus melemah hingga mengamati level 1.1687 terhadap dolar, masih dibayangi oleh gelombang pandemik kedua yang semakin nyata di wilayah ini. Prancis sudah kembali memberlakukan begitu pula pula sejumlah negara anggota seiring dengan penyebaran covid-19 yang melonjak tajam. Pembatasan di sejumlah besar wilayah ini hampir dapat dipastikan akan menghambat proses pemulihan ekonomi tidak saja di kawasan ini namun juga berdampak pada perdagangan global.

Meskipun demikian Bank Sentral Eropa masih belum merasa perlu untuk merespon dengan stimulus moneter baru. Sementara dari KTT Uni Eropa yang berhasil mencapai bahwa hubungan dagang yang adil dengan Inggris sangat, namun Uni Eropa tidak akan berkompromi dan siap bahaya apapun yang terjadi.

Dolar bergerak menguat terhadap mata uang lainnya, ketidakpastian di belahan dunia lain, terutama di kawasan Eropa dengan berakhirnya perundingan dagang Inggris dengan Uni Eropa yang tanpa hasil dan ancaman gelombang kedua pandemi yang semakin nyata.

Meskipun di AS sendiri prospek ekonomi juga masih belum ada tanda-tanda membaik. Laporan mingguan pengangguran terus bertambah menjadi 898K lebih dari perkiraan 810K dan periode data sebelumnya 845K. Tanpa adanya dana bantuan dari pemerintah angka pengangguran akan terus bertambah dan daya beli rakyat AS akan terus berkurang sehingga permintaan akan barang dan jasa otomatis menurun yang akan terekam dalam data Penjualan Ritel malam nanti.

Sementara indeks manufaktur mixed dengan negara bagian Philadelphia terjadi peningkatan 32,3 lebih dari 2x dari periode sebelumnya 15,0 dan jauh lebih baik dari perkiraan turun ke 14,4. Sedangkan di bagian negara bagian New York terjadi penurunan tajam ke 10.5 dari periode sebelumnya 17.0 dan lebih buruk dari perkiraan hanya turun ke 13.9. Dengan tidak adanya bantuan dana dari paket stimulus hingga hasil pemilu mendatang akan berakibat terhambatnya jalannya ekonomi di AS, walaupun Menteri Keuangan - Steven Mnuchin masih terus berusaha berunding agar stimulus bisa disetujui oleh Kongres dan segera bisa dicairkan.

Malam ini fokus pasar tertuju pada data Penjualan Ritel AS meskipun diperkirakan meningkat namun data Core-nya yang lebih penting justru turun. Selain itu akan dirilis data Industrial Production dan juga hasil survei dari University of Michigan.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: