News / Read

Dolar lebih rendah pada pasar Asia tertekan oleh resiko dari stimulus AS

Blog Single

Dolar lebih rendah pada pasar Asia tertekan oleh resiko dari stimulus AS

Dolar melemah pada perdagangan Jumat pagi, setelah tersiar kabar perihal bahwa Ketua Senat dari Partai Republik setuju akan melanjutkan pembahasan paket stimulus. Pembahasan paket stimulus sebelum pemilu 3 November lalu mengalami tarik ulur antara kedua Partai tersebut karena perbedaan jumlah alokasi anggaran.

Partai Demokrat – Chuck Schumer menyatakan Pimpinan Senat dari Partai Republik – Mitch McConnell bersedia untuk melanjutkan perundingan paket stimulus virus corona. Perundingan ini juga disarankan oleh calon presiden terpilih – Joe Biden yang beberapa waktu lalu meminta untuk segera dimulai pembahasan tersebut dan mengesampingkan perbedaan pandangan untuk kepentingan rakyat AS, di tengah gelombang kedua pandemik yang terus meningkat di AS.

Angka kematian akibat virus covid-19 di AS hingga Rabu lalu dilaporkan mencapai angka 250.000 pasien sehingga pembatasan aktifitas diluar rumah semakin ditingkatkan di sejumlah negara bagian. Tanpa dana bantuan paket stimulus, tentu saja hal ini akan berdampak negatif terhadap ekonomi. Pembahasan juga masih akan terkendala dengan reses parlemen karena libur Thanksgiving dan juga libur Natal dan Tahun Baru.

Walaupun tercapai kesepakatan dari kedua partai tersebut dengan peluang yang sangat kecil, secara legal pengesahannya masih menunggu pelantikan Presiden AS pada 20 Januari mendatang. Paling cepat rakyat AS baru akan dapat manfaat paket stimulus ini pada akhir Januari mendatang.

Dengan kondisi seperti ini spekulasi Fed akan melonggarkan kebijakan moneter pada pertemuan di bulan Desember mendatang semakin meningkat. Kemungkinan paling mungkin dilakukan adalah dengan menaikkan nilai program QE. Seperti yang disampaikan secara tersirat oleh 2 pejabat Federal Reserve dalam pidato mereka pada hari Rabu lalu.

Sementara itu Menteri Keuangan – Steven Mnuchin meminta Federal Reserve mengembalikan dana sisa alokasi pandemik dibawah program CARES kepada pemerintah lokal, bisnis dan organisasi non-profit lainnya. Sementara laporan klaim pengangguran kembali meningkat 742K lebih banyak dari periode sebelumnya 711K dan jauh dari perkiraan turun ke 707K. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: