News / Read

Poundsterling melemah hari Senin membalik rally kenaikan pekan lalu

Blog Single

Poundsterling melemah hari Senin membalik rally kenaikan pekan lalu

Poundsterling diperdagangkan sedikit lebih rendah terhadap Dolar AS pada pembukaan pasar Asia hari Senin, membalik kenaikan yang terjadi pada sepanjang perdagangan pekan lalu.

Mata uang Inggris menembus level 1.40 terhadap Dolar dan mencatat harga tertinggi sejak 20 April 2018, seiring dengan rencana Perdana Menteri – Boris Johnson mengakhiri lockdown yang akan dipetakan mulai hari Senin ini. Kemungkinan pembukaan lockdown akan dilakukan secara bertahap sehingga dibuatkan plot tahapan-tahapan tersebut dengan prioritas sekolah dan layanan publik lainnya.

Program vaksinasi yang agresif sehingga melampaui target mengakhiri lockdown yang sudah diberlakukan sejak November tahun lalu. PM Johnson dan Menteri Kesehatan – Matt Hancock sejak 2 pekan terakhir mempelajari dan mengevaluasi hasil program vaksinasi dan juga memperhatikan varian baru virus yang beredar.

Fundamental ekonomi juga relatif mixed dengan PMI di sektor manufaktur maupun jasa menguat lebih baik dari perkiraan. Hutang sektor publik juga berkurang drastis. Sementara di sektor ritel masih terpuruk dengan Retail Sales yang turun -8.2%, lebih buruk dari perkiraan -3.0% dan periode sebelumnya 0.4%. Namun dengan rencana pencabutan lockdown diharapkan sektor ritel akan kembali pulih dalam waktu yang tidak lama lagi. Pekan ini tidak banyak data yang akan dirilis hanya data sektor tenaga kerja dan Realized Sales dari CBI esok hari.

Di lain tempat, Greenback masih terus melemah meskipun data fundamental AS relatif masih positif. Optimisme akan pemulihan ekonomi global dengan vaksinasi yang semakin meluas dan dimulai pelonggaran lockdown di beberapa negara memicu permintaan mata uang lainnya.

Data PMI di sektor manufaktur relatif menurun 58.5 dari periode sebelumnya 59.2 walaupun sedikit lebih baik dari perkiraan. Di sektor jasa diluar perkiraan menurun karena sektor ini paling terkena dampak pandemik justru menguat 58.9 lebih baik dari perkiraan turun 57.9 dari periode sebelumnya yang juga direvisi naik dari 57.5 menjadi 58.3.

Sedangkan data perumahan juga terus positif seiring dengan suku bunga yang rendah saat ini. Daya tarik dolar sendiri semakin berkurang karena beberapa waktu lalu Federal Reserve dalam pertemuan moneter FOMC menyatakan masih akan mengadopsi suku bunga rendah dalam jangka waktu cukup lama ditambah dengan paket stimulus baru Presiden Biden yang dalam waktu dekat akan berlaku melanjutkan paket stimulus sebelumnya. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: