News / Read

Dolar menguat pada perdagangan meski data inflasi AS rilis lebih lemah

Blog Single

Dolar menguat pada perdagangan meski data inflasi AS rilis lebih lemah

Dolar AS menguat terhadap mata uang lain pada perdagangan Rabu meskipun data inflasi AS dirilis lebih lemah dari perkiraan.

Data CPI di AS bulan Agustus yang dirilis semalam menunjukkan laju  inflasi mulai menurun dengan naik 0.3% lebih jelek dari perkiraan 0.4% dan periode sebelumnya 0.5%. Begitu pula dengan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen makanan dan energi juga naik 0.1% jauh lebih jelek dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.3%. Ini merupakan kenaikan dengan angka terkecil sejak bulan Februari lalu. Sedangkan jika dibandingkan dengan data yang sama tahun lalu CPI juga mengalami penurunan dari 5.4% menjadi 5.3%. Core CPI juga turun ke 4.0% dari periode sebelumnya 4.3%.

Sebelumnya data inflasi dari sisi produsen PPI yang dirilis jumat pekan lalu juga mengalami penurunan. Data-data ini menjadi pembuktian akan komentar dari pejabat Fed yang mengatakan inflasi tinggi saat ini hanya bersifat transisi.

Jika dampak pandemic dapat terkendali maka peluang inflasi akan kembali meningkat maka Fed akan dapat menjalankan tapering secepatnya dan melangkah untuk pembahasan berikutnya berupa kenaikan suku bunga.

Langkah tapering ini tentu saja positif untuk dolar karena semakin mendekati perubahan kebijakan moneter berikutnya berupa kenaikan suku bunga tersebut diatas.

Sementara Euro relatif masih belum banyak bergerak terhadap Dolar namun sentimen positif Dolar dari rencana tapering Fed membuat mata uang Euro tertekan. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) berencana mengurangi program QE-nya namun hal ini tidak dimaksudkan sebagai tapering. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: