News / Read

Dolar melemah pada perdagangan hari Selasa tertekan persaingan dagang AS

Blog Single

Dolar melemah pada perdagangan hari Selasa tertekan persaingan dagang AS

Dolar AS diperdagangkan melemah pada hari Selasa terhadap mata uang utama lainnya, karena kekhawatiran persaingan dagang AS yang juga memicu tingkat permintaan untuk safe-haven Yen.

Indeks dolar AS tidak banyak berubah pada perdagangan pagi hari, terpantau sedikit naik 0,06% menjadi 94,50. Indeks Dolar masih diperdagangkan di kisaran tertingginya di atas level 94.

Kekhawatiran perang dagang besar-besaran antara Amerika Serikat dan China, mendorong para pedagang untuk menumpuk mata uang safe-haven seperti yen dan franc Swiss karena kekhawatiran penerapan tarif dagang baru antara AS dan China mungkin akan segera terjadi.

USD / JPY turun 0,20% menjadi 110,06, sementara USD / CHF turun 0,29% ke 0,9948.

Analis mengatakan bahwa sementara dampak dari perang perdagangan berpotensi terhadap data PDB AS dan China yang menurun, itu datang pada saat ekonomi AS terus berjuang untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan mendekati 2%.

Sementara dampak persaingan dagang masih terbatas karena ekonomi domestik AS terus berjuang untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan mendekati 2%, dimana AS kemungkinan akan menghindari sentiment yang dapat memberikan penurunan pada ekonomi.

Pelemahan mata udang Dolar sedikit terbantu oleh melemahnya euro karena para pedagang mencemaskan ketidakpastian politik Uni Eropa di tengah perselisihan dalam koalisi pemerintahan Jerman, sementara prospek yang berkepanjangan dari suku bunga rendah di kawasan Eropa terus membebani mata uang.

Pasangan mata uang EUR / USD turun 0,06% menjadi $ 1,1630 pada perdagangan pagi hari.

Sementara GBP / USD naik 0,29% menjadi $ 1,3260 para investor selanjutnya akan memantau untuk hasil pemungutan suara pemerintah Inggris pada perubahan RUU Brexit, dan keputusan Bank of England yang akan datang akhir pekan ini.

Di lain tempat USD / CAD naik 0,41% menjadi C $ 1,3232 terdorong mkenaikan harga minyak yang cenderung mendukung Kanada, di tengah laporan OPEC yang sedang mempertimbangkan kenaikan output minyak pada jangka waktu dekat.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: