News / Read

Dolar menguat terhadap safe-haven pada Rabu pagi di tengah meredanya sentimen resiko

Blog Single

Dolar menguat terhadap safe-haven pada Rabu pagi di tengah meredanya sentimen resiko

Dolar AS menguat terhadap safe-haven Yen dan mata uang utama lainnya pada perdagangan hari Rabu pagi menyusul meredanya sentimen resiko prdagangan yang mengurangi minat investor terhadap safe-haven.

Indeks dolar AS pada perdagangan pagi hari ini terpantau naik 0,29% menjadi 94,22.

Laporan ekonomi AS kemarin menunjukkan kepercayaan konsumen dan data perumahan yang lebih rendah dari perkiraan ekonom gagal untuk menurunkan greenback terhadap mata uang lainnya.

Indeks kepercayaan konsumen Conference Board turun menjadi 126,4 pada bulan Juni, sementara pembacaan Mei direvisi lebih tinggi ke pembacaan 128,8. Para ekonom mengharapkan pembacaan di angka 127,6.

Indeks harga rumah indeks S & P / Case-Shiller 20-kota naik 0,8% yang disesuaikan secara musiman pada bulan April, dan 6,6% untuk tahun ini, meleset dari perkiraan ekonom untuk kenaikan 6,9%.

Mata uang safe-haven seperti yen dan franc Swiss membali keuntungan baru-baru ini terhadap dolar karena investor terus menumpuk ke aset AS, bertaruh bahwa ekonomi AS akan lebih baik dalam isu perang dagang global.

Pasangan USD / JPY naik 0,15% menjadi Y109.94, sementara USD / CHF tertempel pada 0,28% ke 0,9878.

Menurut data dari Institute of International Finance, investor telah menambahkan sekitar $ 40 miliar untuk dana ekuitas AS dan $ 8 miliar untuk dana obligasi AS sejak April untuk melindungi modal dari risiko perang perdagangan.

Aset AS dilihat sebagai investasi yang lebih aman dalam perang dagang karena ekonomi AS kurang bergantung pada ekspor daripada beberapa rekannya.

EUR / USD, sementara itu, turun 0,30% menjadi $ 1,1628, sementara GBP / USD turun 0,30% menjadi $ 1,3268.

USD / CAD naik 0,08% ke C $ 1,3308 karena rally harga minyak mendukung ekonomi Kanada, membatasi kenaikan dalam pasangan mata uang, menyusul laporan Amerika Serikat mengatakan negara-negara harus menghentikan pembelian minyak mentah Iran pada awal November atau menghadapi sanksi AS.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: