News / Read

Penurunan ekspor minyak mendorong harga minyak mentah menguat pada hari Rabu

Blog Single

Penurunan ekspor minyak mendorong harga minyak mentah menguat pada hari Rabu

Pembelian yang kuat muncul di pasar minyak pada perdagangan Rabu pagi, karena fokus investor yng bergeser ke penurunan yang diharapkan dalam ekspor minyak mentah Iran setelah seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan negara-negara harus menghentikan pembelian minyak mentah pada awal November atau menghadapi sanksi dari AS.

Di New York Mercantile Exchange minyak mentah berjangka untuk pengiriman Agustus naik 3,6% menjadi menetap di $ 70,53 per barel, sementara di London Intercontinental Exchange, Brent naik 2,17% diperdagangkan pada $ 76,71 per barel.

Perusahaan yang membeli minyak mentah Iran harus benar-benar menghentikan ekspor tersebut pada 4 November atau mereka akan menghadapi sanksi AS, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa.

Harga minyak bergerak naik tajam karena fokus investor beralih ke prospek kekosongan pasokan global karena Iran selaku produsen terbesar ketiga OPEC mengekspor lebih dari 2 juta barel per hari (bpd).

Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir Iran 2015 pada bulan Mei, bersumpah untuk memberikan sanksi ekonomi pada negara tersebut.

Fokus investor beralih pada sanksi yang akan datang terhadap Iran, mengimbangi beberapa kelemahan sebelumnya dalam harga minyak, yang mengikuti laporan Arab Saudi berencana untuk meningkatkan output minyak mentah ke tingkat rekor.

Saudi berencana untuk meningkatkan rekor 10,8 juta barel per hari, di atas tingkat tertinggi sebelumnya 10,72 juta barel per hari yang terlihat pada November 2016.

Beberapa analis mengatakan rencana Saudi untuk melaporkan kenaikan output mengisyaratkan pemimpin OPEC de-facto memiliki kekhawatiran tentang tentang kekurangan pasokan, pada saat produksi cadangan global mendekati rekor terendah.

Harga minyak mentah juga didukung oleh ekspektasi untuk hasil imbang di suplai AS untuk minggu ketiga berturut-turut.

Data inventaris segar dari data Administrasi Informasi Energi AS akan rilis pada Rabu dan diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah AS turun 2,572 juta barel minggu lalu.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: