News / Read

Dolar menurun terhadap mata uang lainnya pada Kamis di tengah liburan pasar AS

Blog Single

Dolar menurun terhadap mata uang lainnya pada Kamis di tengah liburan pasar AS

Dolar sedikit menurun terhadap mata uang utama perdagangan lainnya pada hari Kamis pagi. Volume perdagangan hari ini diperkirakan akan rendah, menyusul liburan yang sedang berlangsung di AS.

Indeks dolar AS pada kisaran 94,38 tidak banyak berubah dari perdagangan sesi sebelumnya.

Dengan pasar AS yang ditutup, investor mengalihkan perhatian mereka pada tarif perdagangan baru yang akan diterapkan AS akhir pekan ini, menyusul juga minutes dari pertemuan Juni Federal Reserve yang akan rilis minggu ini dan laporan kerja AS untuk Juni yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat.

Investor tetap waspada menjelang batas waktu dari AS untuk memberlakukan tarif 25% pada impor Cina, menyusul Beijing telah menyatakan akan membalas tarif tersebut dengan retribusi pada produk AS.

Yuan China rebound sejak semalam setelah bank sentral China berjanji untuk menjaga nilai tukar mata uang agar tetap stabil melalui resiko persaingan dagang. Pemerintahan China berupaya untuk menenangkan pasar yang telah bergolak oleh kekhawatiran atas pertikaian perdagangan yang meningkat antara Washington dan Beijing.

Presiden AS Donald Trump tetap berpegang pada rencana untuk menghukum mitra dagang utama AS, termasuk Uni Eropa, Meksiko, dan Kanada sebagai bagian dari kebijakan yang banyak dikhawatirkan investor akan memperlambat pertumbuhan global.

Euro sedikit lebih rendah pada perdagangan pagi, dengan pasangan mata uang EUR / USD tergelincir 0,13% menjadi 1,1650.

Di zona euro, data ekonomi menunjukkan bahwa kegiatan sektor swasta mengalami peningkatan pada bulan Juni, menunjukkan bahwa ekonomi kawasan itu memperoleh kembali beberapa daya tarik pada akhir kuartal kedua.

Sementara itu Dolar melemah terhadap yen, dengan USD / JPY menurun 0,07% menjadi 110,36. Di lain tempat Pound naik tipis, dengan GBP / USD naik 0,11% ke 1,3227.

Sterling menemukan dukungan setelah data yang dirilis menunjukkan bahwa aktivitas di sektor jasa Inggris mengalami peningkatan dalam delapan bulan terakhir pada bulan Juni lalu. Laporan itu semakin meyakinkan mata uang untuk rebound pada kuartal kedua perdagangan serta kenaikan suku bunga Agustus oleh Bank of England.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: