News / Read

Dolar terpantau datar sejak pembukaan perdagangan sesi Asia di hari Senin

Blog Single

Dolar terpantau datar sejak pembukaan perdagangan sesi Asia di hari Senin

Dolar AS tidak banyak berubah pada perdagangan sesi Asia di hari Senin, investor akan memantau data ekonomi AS yang akan dirilis pada malam hari nanti.

Pada malam hari nanti, pasar akan mendapatkan pembaruan data tentang penjualan ritel AS, data perumahan, serta menyusul juga data produksi industri.

Investor juga memantau ketat komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang ekonomi dan kebijakan moneter ke komite Senat pada minggu ini.

Powell kemungkinan akan menghadapi pertanyaan tentang berbagai macam masalah ekonomi, termasuk dampak potensial dari kebijakan perdagangan pemerintah Trump terhadap ekonomi.

Pasar akan mengincar hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin dari Rusia, Vladimir Putin, untuk melihat indikasi meningkatnya ketegangan geopolitik.

Sebelumnya Dolar AS terus melemah berbandingkan mata uang utama lainnya, semakin menjauh dari tingkat tertinggi bulan ini. Pelemahan Dolar masih terbatas mengingat laju percepatan suku bunga AS memiliki prospek positif untuk beberapa waktu ke depan.

Indeks dolar AS pada perdagangan pagi hari ini terpantau turun 0,14% pada 92,44, setelah sebelumnya sempat mencapai tingkat tertinggi 95,00, terbesar sejak 29 Juni. Sepanjang perdagangan minggu lalu indeks naik 0,71% .

Permintaan untuk dolar terus didukung karena data ekonomi baru-baru ini mengindikasikan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan tetap di jalur untuk menaikkan suku bunga dua kali lebih banyak tahun ini.

Mata uang AS juga telah didorong karena meningkatnya ketegangan perdagangan memicu permintaan safe haven untuk dolar dan bertindak sebagai hambatan pada mata uang lainnya.

Administrasi Trump mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya berencana untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 10% pada tambahan $ 200 miliar dalam impor Cina.

Dolar melemah dari tingkat tertinggi bulanan terhadap yen, dengan USD / JPY menurun 0,12% ke 112,45, dari level tertinggi sebelumnya di 112,79. Pasangan ini telah mencatatkan kenaikan 1,76%.

Euro sedikit lebih tinggi terhadap dolar pada akhir perdagangan, dengan EUR / USD naik 0,13% ke 1,1683, naik dari level terendah dua minggu sebelumnya di 1,1613. Euro telah melemah hingga 0,52% terhadap dolar.

Sterling juga terdorong lebih tinggi pada peredagangan, dengan GBP / USD naik sebesar 0,23% diperdagangkan pada 1,3235. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: