News / Read

Minyak masih melemah pada perdagangan hari Senin melanjutkan penurunan sesi sebelumnya

Blog Single

Minyak masih melemah pada perdagangan hari Senin melanjutkan penurunan sesi sebelumnya

Harga minyak mengawali pembukaan perdagangan minggu ini dengan pelemahan, melanjutkan rally penurunan dari sesi perdagangan sebelumnya.

Prospek pasokan global akan tetap menjadi perhatian investor pasar minyak dalam beberapa minggu mendatang, setelah harga minyak membukukan penurunan tajam pekan lalu di tengah berkurangnya taruhan pada pengurangan stok minyak mentah global.

Harga minyak diperdagangkan mendekati tertinggi tiga setengah tahun mendekati $ 80 per barel pada akhir Juni dan awal Juli karena gangguan pasokan Libya dan kekhawatiran AS akan menekan semua pembeli minyak Iran untuk memotong impor ke nol mulai dari November, ketika AS menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.

Tapi harga sejak itu melemah karena anggota OPEC Libya membuka kembali pengeboran minyak di timur dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Washington akan mempertimbangkan pemberian keringanan kepada beberapa pembeli minyak mentah Iran.

Dimulainya kembali ekspor Libya memungkinkan kembalinya sebanyak 850.000 barel per hari (bpd) minyak mentah ke pasar internasional.

Meningkatnya output OPEC juga membebani sentimen seiring dengan berita dari kartel minyak yang diungkap minggu lalu dimana anggotanya telah meningkatkan output produksi bulan lalu, yang dipimpin oleh peningkatan output Saudi ke tingkat yang tidak terlihat sejak perjanjian pengurangan produksi pada tahun 2016, mengurangi kekhawatiran bahwa pasar akan menghadapi kekurangan minyak.

Eksportir minyak utama dunia dan produsen terbesar OPEC berjanji pada bulan lalu akan meningkatkan produksi untuk mengganti pasokan yang hilang dari Libya, Venezuela dan Iran.

Tetapi Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa dunia kekurangan kapasitas pasokan cadangan dan karenanya setiap gangguan baru dapat lebih meningkatkan harga minyak.

Harga minyak acuan AS, minyak mentah West West Intermediate Agustus, menetap di $ 71,01 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak merosot ke level $ 69,23 per barel pada minggu lalu, level yang tidak terlihat sejak 25 Juni. Menandai kerugian mingguan kedua berturut-turut.

Di tempat lain, minyak mentah Brent September, patokan global, mengakhiri pekan ini di $ 75,33 per barel di bursa ICE Futures Europe. Brent menderita kerugian mingguan sekitar 2,9%.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: