News / Read

Dolar merosot tajam pada perdagangan tertekan konflik perdagangan AS dan sekutunya

Blog Single

Dolar merosot tajam pada perdagangan tertekan konflik perdagangan AS dan sekutunya

Dolar mengawali perdagangan minggu ini dengan penurunan tajam, setelah kekhawatiran perdagangan global yang kembali menguat pada akhir pekan lalu.

Pada minggu ini, investor akan memiliki kesempatan untuk melihat bagaimana kinerja perekonomian AS pada kuartal kedua. Laporan GDP pada akhir pekan mendatang diperkirakan akan menunjukkan bahwa ekonomi rebound dalam tiga bulan hingga Juni, didorong oleh peningkatan idneks belanja konsumen.

Pasar juga akan mendapatkan pembaruan pada pasar perumahan, yang mencakup laporan mengenai penjualan rumah yang ada dan baru.

Sementara dari zona Eropa, kebijakan moneter akan menjadi fokus, dengan Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan minggu ini, menyusul perubahan kebijakan pada pertemuan terakhirnya.

Investor juga akan memantau perkembangan dalam konflik perdagangan global yang semakin mengkhawatirkan pasar pada perdagangan sejak beberapa minggu ini.

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat menyatakan bahwa ia siap untuk menerapkan tarif atas semua impor Cina ke AS, bernilai sekitar $ 500 miliar per tahun. Trump membuat ancaman dalam wawancara dengan CNBC.

Komentar itu muncul setelah Trump meluncurkan serangan terhadap Federal Reserve, mengklaim bahwa rencana mereka untuk menaikkan suku bunga AS berisiko merusak upaya-upayanya untuk memperkuat ekonomi.

Trump meningkatkan kritiknya terhadap The Fed pada hari Jumat, mengklaim bahwa kebijakan moneter ketat dapat membebani ekonomi AS dengan berkontribusi terhadap dolar yang lebih kuat.

Dia juga menuduh Cina dan Uni Eropa mengenai manipulasi mata uang dan suku bunga yang menurutnya telah merugikan AS.

Dolar jatuh terus melemah sejak penutupan perdagangan sebelumnya, menghentikan rally penguatan yang sempat mencatatkan tingkat tertinggi untuk harga Dolar AS tahun ini.

Indeks dolar AS pada perdagangan pagi hari ini terpantau turun 0,77% menetap pada 94,25, setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi 95,44, terbesar sejak pertengahan Juli 2017. Itu adalah persentase penurunan satu hari terbesar dalam tiga minggu terakhir.

Pasangan mata uang EUR / USD naik 0,67% ke 1,1735 pada pagi hari ini, sementara USD / JPY jatuh 0,88% ke 110,89, mundur dari tingkat terendah bulanan di 113,16.

Poundsterling juga lebih tinggi pada perdagangan, dengan GBP / USD menambahkan pada 0,89% hingga diperdagangkan pada 1,3145.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: