News / Read

Minyak mentah anjlok pada perdagangan meski di tengah pemotongan stok

Blog Single

Minyak mentah anjlok pada perdagangan meski di tengah pemotongan stok

Harga minyak turun tajam pada perdagangan sesi Asia hari Rabu, mencatatkan pelemahan untuk hari ketiga berturut pada minggu ini.

Harga minyak terus tertekan menuju ke bawah $ 40 per barel yang kemungkinan akan dicapai sebelum akhir tahun ini. Minyak mencatatkan harga terendah untuk tahun ini.

Minyak West Texas Intermediate AS turun 7%, yang ketiga kalinya dalam empat minggu terakhir. WTI telah kehilangan 40% dari level tertinggi empat tahun $ 76,90 per barel yang dicapai pada awal Oktober, penurunan $ 30 dalam beberapa minggu terakhir, karena kekhawatiran tentang potensi resesi global di tengah kekhawatiran pasokan pasokan minyak mentah.

Minyak mentah WTI AS turun $ 3,64, atau 7,3%, pada $ 46,54 per barel, mendekati harga terendah sebelumnya yang sempat dicapai pada Agustus 2017 sebesar $ 46,12.

Brent sebagai patokan minyak global, turun $ 3,53, atau 6%, di $ 56,08 per barel juga mendekati harga terendah sebelumnya di $ 56,87, terendah sejak Oktober 2017.

Analis percaya EIA akan melaporkan bahwa stok minyak mentah AS turun untuk minggu ketiga berturut-turut pekan lalu, dengan defisit terbaru sekitar 2,5 juta barel. Tetapi proyeksi positif itu tidak membantu mendorong harga minyak.

Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) mengumumkan force majeure pada operasi di ladang minyak terbesar di negara itu, seminggu setelah perusahaan mengumumkan pengabaian kontrak pada ekspor dari lapangan menyusul penyitaan minyak oleh militan. Yang dipertaruhkan adalah 315.000 barel per hari (bpd).

Menteri Energi Rusia Alexander Novak berencana bertemu dengan para eksekutif dari perusahaan minyak lokal pada Rabu untuk membahas kesepakatan OPEC dan target untuk pemotongan produksi gabungan 1,2 juta barel per hari selama enam bulan ke depan. Rusia berencana untuk mengurangi 228.000 bph dalam kuartal pertama, katanya.

Ekspor minyak mentah Arab Saudi sendiri pada Oktober naik menjadi 7,7 juta barel per hari dari 7,433 juta bpd pada September.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: