News / Read

Minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi pada awal tahun 2019

Blog Single

Minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi pada awal tahun 2019

Harga minyak mentah berjangka lebih tinggi pada perdagangan awal tahun ini, melanjutkan penguatan dari penutupan perdagangan tahun lalu..

Minyak telah mengakhiri tahun 2018 di sekitar $ 45 per barel, West Texas Intermediate AS menutup tahun perdagangan 2018 naik 8 sen, atau 0,2%, menjadi $ 45,41 per barel. Sementara minyak Brent naik $ 1,02, atau 2%, menjadi $ 54,23.

WTI turun 25% pada tahun 2018, penurunan terbutuk sejak 2015. Harga minya WTI juga turun 41% dari kisaran tertinggi empat tahun yang hampir $ 77 per barel dicapai pada awal Oktober. Untuk bulan Desember WTI turun 11%

Brent turun 20% sepanjang perdagangan 2018 dan turun 39% dari tingkat tertinggi empat tahun hampir $ 87 per barel pada awal Oktober.

Pada awal tahun ini pasar akan lebih fokus pada berita fundamental energi yang akan menjadi lebih sensitif terhadap intrik OPEC, yang merencanakan pertemuan pada bulan April untuk menerapkan putaran baru mengenai produksi global.

Sebagian besar volatilitas minyak baru-baru ini lebih disebabkan oleh ekuitas daripada energi. Di tengah keputusan OPEC untuk menerapan pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari yang sebelumnya diumumkan pada 7 Desember oleh OPEC dan Rusia.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa negara itu akan memotong antara 3 dan 5 juta ton pasokan pada paruh pertama 2019 sebagai bagian dari kesepakatan. Moskow kemudian akan dapat memulihkan pasokan menjadi 556 juta ton (11,12 juta barel per hari) untuk sisa tahun 2019

Di samping itu kekhawatiran resesi global dan pembelian minyak kembali meningkat yang didorong oleh faktor-faktor makro global, daripada penghentian produksi minyak mentah di Libya dan Venezuela.

Iran, yang menghadapi sanksi A.S. terhadap ekspor minyaknya, mengatakan eksportir swasta tidak memiliki masalah dalam menjual minyaknya, mengimbangi dampak positif dari pembicaraan tentang berkurangnya pasokan oleh Saudi dan Rusia. Meskipun anggota OPEC, Iran telah dibebaskan dari partisipasi dalam pengurangan produksi kartel yang akan datang.



Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: