News / Read

Harga minyak mentah naik tipis pada perdagangan hari Jumat

Blog Single

Harga minyak mentah naik tipis pada perdagangan hari Jumat

Minyak mentah naik tipis pada pasar perdagangan Asia di hari Jumat, di tengah ketidakpastian perdagangan minyak menyusul pemotongan produksi OPEC dan anjloknya pasar saham global.

Minyak West Texas Intermediate AS dan minyak mentah Brent Inggris keduanya mencatatkan kenaikan untuk dua hari berturut-turut, namun penguatan masih terbataas menyusul anjloknya pasar saham global meskipun di tengah rencanan pemotongan produksi OPEC.

Harga minyak membalik penurunan hampir 2% dalam perdagangan sebelumnya dibantu oleh sentimen positif dari survey yang menunjukkan produksi OPEC Desember mengalami penurunan pada tingkat bulan ke bulan terbesar dalam hampir dua tahun.

WTI AS menetap lebih tinggi 55 sen, atau 1,2%, pada $ 47,09 per barel, setelah puncak sesi di $ 47,47.

Brent sebagai patokan minyak mentah global, naik 94 sen, atau 1,7%, pada $ 55,85 per barel setelah rally setinggi $ 56,30 sesi sebelumnya.

Pengurangan yang disengaja oleh Arab Saudi atas pengiriman minyaknya ke Amerika Serikat dan China bulan lalu dalam rangka memenuhi rencana OPEC untuk mengurangi pasokan global sebesar 1,2 juta barel per hari selama enam bulan ke depan membawah sentiment positif pada harga minyak.

Tetapi pemotongan OPEC mungkin kurang penting jika China masih mengalami persaingan tari dagangnya dengan AS.

Kekhawatiran perlambatan global sedang diadu terhadap pemotongan OPEC, Phil Flynn dari Price Futures Group di Chicago mengatakan kartel minyak siap untuk melakukan apa pun untuk menstabilkan harga, bahkan jika itu berarti kehilangan beberapa pangsa pasar ke produsen minyak lainnya.

Pasar juga akan mencari snapshot mingguan American Petroleum Institute pada permintaan-pasokan minyak AS untuk pekan yang berakhir 28 Desember, dan juga data resmi pada hari Jumat dari Administrasi Informasi Energi. EIA diperkirakan akan mengumumkan penurunan 3,1 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS minggu lalu, setelah penurunan minggu sebelumnya kurang dari 50.000 barel.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: