News / Read

Dolar menguat terhadap Sterling meskipun data ekonomi AS lebih lemah

Blog Single

Dolar menguat terhadap Sterling meskipun data ekonomi AS lebih lemah

Dolar diperdagangkan lebih tinggi terhadap Sterling dan Euro pada perdagangan hari Selasa meskipun data yang rilis sebelumnya menunjukkan pelemahan pada ekonomi AS dan memperkuat ekspektasi untuk Fed melonggarkan laju percepatan suku bunga.

Indeks dolar AS pada perdagangan sesi Asia pagi hari ini turun tipis 0,03% menjadi 95,23.

Pada sesi sebelumnya Data non-manufaktur ISM untuk Desember turun menjadi 57,6, di bawah ekspektasi pasar pada 59,6.

Sektor jasa adalah komponen penting dari ekonomi AS, mencakup sekitar 80% dari produk domestik bruto (PDB) sektor swasta AS.

Namun, beberapa saham perusahaan di Wall Street tidak begitu terpengaruh oleh data tersebut, mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi A.S. tetap stabil.

Komposisi laporan ekonomi dirilis beragam di AS menyusul aktivitas bisnis dan komponen ketenagakerjaan menurun, tetapi komponen pesanan baru benar-benar naik.

Pernyataan dari Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic, sementara itu, tidak banyak mengubah harapan untuk Fed yang kurang hawkish.

Federal Reserve pada bulan Desember mengisyaratkan bahwa dua kenaikan suku bunga tahun ini, tetapi Ketua Fed Powell mengindikasikan pekan lalu bank sentral akan bersedia memperlambat pengetatan kebijakan moneter jika diperlukan.

Euro dan sterling melemah membalik penguatan sebelumnya sehari menjelang debat di parlemen Inggris tentang persetujuan penarikan Brexit oleh Perdana Menteri Theresa May.

Pemungutan suara pada kesepakatan Brexit May dijadwalkan untuk 15 Januari.

Pasangan GBP / USD turun tipis 0,15% menjadi $ 1,2771 dan EUR / USD turun 0,31% menjadi $ 1,1453.

USD / CAD turun 0,62% menjadi C $ 1,3286 karena Dolar Kanada yang dibantu oleh kenaikan harga minyak.

Sementara itu USD / JPY turun sekitar 0,17% menjadi Y108.57 dari posisi tertinggi sesi sebelumnya di Y108.76 sentimen risk-on mulai mengikis permintaan untuk safe-haven yen.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: