News / Read

Minyak mentah melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu pagi

Blog Single

Minyak mentah melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu pagi

Harga minyak mentah terus menguat pada perdagangan hari Rabu, melanjutkan penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di tengah pembicaraan perdagangan AS dan China.

Taruhannya tinggi untuk hasil yang sukses pada pembicaraan perdagangan antara AS dan China setelah komentar dari Presiden Donald Trump yang bernada positif dan pasar minyak mengandalkannya untuk memperkuat kenaikan harga baru-baru ini.

Minyak mentah WTI diperdagangkan $ 1,26 lebih tinggi, atau 2,6%, pada $ 50,50 per mencatatkan harga tertinggi terbaru pada perdagangan 2019.

Brent sebagai patokan minyak mentah global yang diperdagangkan di Inggris, naik $ 1,29, atau 2,3%, pada $ 58,62, setelah reli ke $ 58,84 sebelumnya.

WTI telah memperoleh kenaikan sekitar $ 7 per barel atau rebound hingga 16% dari posisi terendah yang dicatatkan akhir tahun lalu.

Berita dari China telah menahan kenaikan minyak mentah tahun ini setelah penurunan 40% dari tertinggi tahun lalu, meskipun ada penurunan produksi Saudi yang agresif dan Federal Reserve yang mengindikasikan mungkin tidak akan menaikkan suku bunga seperti tahun lalu

Beberapa analis mengatakan mereka tidak yakin bahwa China, konsumen minyak utama dunia, akan menambah permintaan energinya secara signifikan pada tahun 2019 untuk menjaga harga minyak mentah menggelembung lebih tinggi bahkan jika mereka mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS, yang tampaknya tidak mungkin terjadi pada pada waktu dekat ini.

Kilang besar di China tampaknya tidak terburu-buru untuk mengambil impor minyak mentah karena pertumbuhan permintaan yang lemah menjelang liburan festival Tahun Baru Imlek di bulan Februari dan juga jadwal pemeliharaan yang lumayan pada bulan April.

Kumpulan data EIA berikutnya akan dirilis pada minggu ini, dengan analisis memperkirakan penarikan persediaan minyak mentah sebesar 3,3 juta barel untuk pekan yang berakhir 4 Januari.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: