News / Read

Minyak mentah terus menguat terdukung penurunan stok AS

Blog Single

Minyak mentah terus menguat terdukung penurunan stok AS

Harga minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi pada sesi Asia hari Kamis, mempertahankan kenaikan sebelumnya setelah data stok minyak AS mencatatkan penurunan pada minggu ini.

Minyak mentah berjangka memperpanjang kenaikannya, harga telah melonjak lebih dari 5% dalam perdagangan awal tahun ini.

Benchmark minyak mentah West Texas Intermediate AS melonjak menjadi lebih dari $ 52 per barel, mencatatkan kenaikan hingga 24% di atas posisi terendah sebelumnya pada $ 42,36 yang dicapai pada akhir tahun lalu. Sementara itu minyak Brent mencapai tertinggi 2019 di atas $ 62.

WTI yang diperdagangkan di New York ditutup naik $ 2,58, atau 5,2%, pada $ 52,36 per barel.

Brent juga lebih tinggi sebesar $ 2,62, atau 4,5%, pada $ 61,34, setelah naik ke $ 61,69 sebelumnya, harga tertinggi untuk tahun ini.

Rally penguatan harga terjadi ketika OPEC berjanji untuk menstabilkan pasar. Arab Saudi mengungkapkan sedikit revisi atas cadangan minyaknya setelah audit, Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan tindakan yang diambil oleh aliansi OPEC + yang mencakup Rusia mulai membawa pasar kembali menguat setelah turun hampir 40% pada perdagangan tahun 2018.

Falih mengatakan pihaknya akan memproduksi sekitar 800.000 lebih rendah dari rekor tertinggi 10,2 juta barel per hari pada November. Jumlah yang akan dikirim ke luar negeri pada Februari akan menjadi 100.000 bph lebih rendah dari 7,2 juta bph.

Lonjakan harga juga terjadi setelah angka persediaan minyak turun yang dirilis oleh pemerintah AS.

Administrasi Informasi Energi AS mengatakan, persediaan minyak mentah turun 1,68 juta barel untuk pekan yang berakhir 4 Januari, sekitar sepertiga lebih rendah dari perkiraan penurunan 2,4 juta barel.

Di sisi produk, persediaan bensin naik 8,07 juta barel, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan yang diharapkan sebesar 3,39 juta barel. Lebih tinggi hingga 8% di atas rata-rata 5 tahun.

Stok sulingan minyak, yang meliputi diesel dan minyak pemanas, meningkat 10,61 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan untuk kenaikan 1,89 juta. 5% di atas rata-rata 5 tahun.

EIA mengatakan kilang beroperasi pada 96,1% dari kapasitas minggu lalu, minggu kerja penuh pertama tahun 2019. Dalam beberapa bulan terakhir, pemanfaatan kilang juga mendekati 99%. Jika itu terjadi dan permintaan untuk produk tidak meningkat, mungkin ada penumpukan inventaris yang lebih banyak.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: