News / Read

Dolar jatuh pada perdagangan Kamis setelah data ekonomi AS yang lebih lemah

Blog Single

Dolar jatuh pada perdagangan Kamis setelah data ekonomi AS yang lebih lemah

Dolar kembali diperdagangkan lebih lemah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Kamis, setelah data ekonomi AS yang dirilis lebih rendah dari perkiraan pasar sebelumnya.

Sebelumnya greenback mendapatkan penguatan setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan penilaian ekonomi yang optimis, ia mengakui ada beberapa halangan dalam sektor ekonomi.

Dalam pidato dua hari pertama Kongres di Komite Senat Perbankan, Powell mengatakan bank sentral tidak terburu-buru untuk membuat kebijakan tentang perubahan lebih lanjut pada suku bunga, tetapi mencatat bahwa Fed siap untuk menyesuaikan kebijakan neraca seperlunya pada tahun ini.

Indeks dolar AS diperdagangkan di kisaran 96,00 atau turun tipis sekitar 0,4%. Indeks tergelincir setelah komentar Powell, pelemahan AS masih terbatas mengingat data kepercayaan konsumen AS yang lebih baik dari perkiraan membatasi momentum penurunan di greenback.

Indeks kepercayaan konsumen Conference Board naik menjadi 131,4 pada Februari, dari 121,7 bulan lalu, mengalahkan perkiraan para ekonom untuk pembacaan 124,7.

Sementara itu pada pagi hari ini, pasangan USD / CNY kehilangan 0,2% menjadi 6,6874. Pedagang akan terus memantau rilis PMI manufaktur China yang akan dirilis pada hari ini.

Pasangan AUD / USD diperdagangkan mendekati datar pada 0,7153. Aussie telah rebound sekitar 2% dari harga di awal Februari, ketika mata uang Australia mencapai titik terendah bulanan 0,7054 terhadap dolar AS setelah Reserve Bank of Australia mengatakan kemungkinan untuk penurunan suku bunga.

Di tempat lain, GBP / USD naik tipis 0,2% menjadi 1,3316. Pasangan ini menerima beberapa dukungan dan naik ke harga tertinggi lima bulan di sesi sebelumnya setelah Perdana Menteri Theresa May memberikan pernyataan mengenai anggota parlemen Inggris pilihan untuk menunda Brexit.

Kenaikan pada mata uang Inggris masih tertahan mengingat kurangnya katalis utama lainnya yang dapat mendorong Pounds untuk terus naik pada perdagangan.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: