News / Read

Minyak menguat pada hari Senin di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global

Blog Single

Minyak menguat pada hari Senin di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global

Harga minyak mentah dibuka lebih tinggi pada perdagangan sesi Asia di hari Senin, memperpanjang kenaikan yang terjadi dari minggu lalu.

Kekhawatiran tentang pelambatan ekonomi global yang meluas yang dapat mengancam permintaan minyak mentah cenderung memiliki dampak besar terhadap harga pada beberapa minggu terakhir.

Pasar akan fokus pada laporan bulanan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA) minggu ini untuk menilai tingkat pasokan dan permintaan minyak global. Data tentang inventaris minyak mentah komersial AS dan aktivitas produksi juga akan menarik perhatian pasar minggu ini.

Minyak sebelumnya sempat melemah pada minggu lalu setelah rilis set data perdagangan China dan AS yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran tentang permintaan energi global. Dimana AS dan China adalah dua negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Minyak mentah berjangka juga di bawah tekanan setelah Bank Sentral Eropa memangkas prospek pertumbuhan ekonomi di benua itu.

Harga minyak bagaimanapun berhasil memangkas kerugian sebelumnya setelah penurunan yang terjadi pada rig pengeboran minyak AS yang berpotensi menurunkan aktivitas produksi.

Pemboran rig AS yang aktif untuk minyak turun sembilan pekan lalu menjadi 834, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes dalam laporan mingguannya pekan lalu.

Minyak mentah antara West Texas Intermediate AS turun 59 sen, atau sekitar 1%, berakhir di $ 56,07 per barel pada penutupan perdagangan. Sebelum akhirnya kembali menguat ke $ 56,17.

Sementara itu, berjangka minyak mentah International Brent mengakhiri minggu lalu dengan turun 56 sen, atau sekitar 0,8%, pada $ 65,74 per barel.

Kenaikan harga masih terbatas melihat peningkatan output AS mengancam untuk membatalkan pemotongan tersebut. Pengebor Amerika meningkatkan produksi pada rekor di dekat 12 juta barel per hari dalam beberapa minggu terakhir.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: