News / Read

Poundsterling naik pada perdagangan terdorong optimism pembicaraan Brexit

Blog Single

Poundsterling naik pada perdagangan terdorong optimism pembicaraan Brexit

Poundsterling naik pada perdagangan hari Selasa terdorong kemajuan pada pembicaraan Brexit seperti yang diharapkan pasar sebelumnya.

Investor melihat beragam data penjualan ritel AS yang menunjukkan kenaikan tak terduga pada bulan Januari, tetapi revisi turun ke penurunan tajam Desember, sementara kenaikan tajam dalam pound juga turut membebani mata uang.

Indeks dolar AS pada perdagangan pagi hari ini terpantau turun 0,04% menjadi 97,24.

Departemen Perdagangan mengatakan penjualan ritel naik 0,2% pada Januari, dibandingkan dengan 1,6% yang direvisi turun pada Desember. Itu di atas ekspektasi agar penjualan ritel tetap datar.

Grup kontrol penjualan ritel yang memiliki dampak lebih besar pada PDB AS naik 1,1%, di atas ekspektasi untuk kenaikan 0,6%.Penjualan ritel hanya berhasil membalik pelemahan pada Januari dari kemerosotan tak terduga Desember.

Sementara itu lonjakan pada pound terus menekan greenback setelah Kanselir Jerman Angela Merkel dilaporkan mengatakan Presiden Uni Eropa Jean-Claude Juncker telah membuat tawaran penting kepada Inggris untuk memecahkan kebuntuan dalam pembicaraan Brexit.

Menjelang pemungutan suara, Perdana Menteri Theresa May akan melakukan perjalanan ke Strasbourg untuk mencoba menyelesaikan perjanjian.

Berita itu datang hanya sehari menjelang pemungutan suara pada kesepakatan penarikan May, yang menderita kekalahan besar di parlemen Inggris pada Januari.

GBP / USD naik 0,91% menjadi $ 1,3216, sementara EUR / USD turun 0,08% menjadi $ 1,1259.

USD / JPY naik 0,02% menjadi Y111.40 karena sentimen risk-on di pasar global meredakan permintaan untuk safe-haven yen.

USD / CAD naik 0,04% menjadi C $ 1,3435 karena Dolar Kanada ditopang oleh kenaikan harga minyak di tengah laporan Arab Saudi akan memperpanjang pengurangan produksi minyak mentah untuk mencegah kelebihan pasokan global.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: