News / Read

Harga minyak masih menguat meskipun di tengah kemungkinan resesi AS

Blog Single

Harga minyak masih menguat meskipun di tengah kemungkinan resesi AS

Harga minyak mentah terpantau masih menguat meskipun di tengah penurunan perekonomian AS yang menuju kearah resesi setelah data minggu lalu dari AS gagal memenuhi harapan pasar.

Kenaikan pada harga minyak mentah AS West Texas Intermediate dan minyak Brent Inggris menjadi terbatas karena kekhawatiran resesi pada pasar di tengah sentimen positif yang berkembang dari OPEC yang berjanji untuk tidak menghentikan pengurangan produksi untuk menstabilkan harga minyak.

WTI turun 22 sen, atau 0,4%, pada $ 58,82 per barel. Sementara Brent, patokan minyak global, naik 13 sen, atau 0,2%, menjadi $ 66,88.

Analis memperkirakan harga minyak dapat terus naik selama enam bulan ke depan dibantu oleh pengurangan produksi OPEC dan penghentian Ekspor minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat.

Pasar keuangan global terperosok dalam perdagangan tidak likuid pada awal minggu ini dan spread antara yield Treasury tiga bulanan dan 10-tahun AS sedikit terbalik karena kekhawatiran akan potensi resesi AS tumbuh.

Meskipun begitu WTI berada di jalur untuk mengakhiri bulan Maret dengan naik lebih dari 3%, sementara Brent menunjukkan kenaikan lebih dari 1%. Dari tahun ke tahun, tolok ukur minyak mentah AS memiliki kenaikan 29%, sementara AS naik hampir 24%.

Pemotongan OPEC, penurunan besar-besaran hampir 14 juta barel dalam stok minyak mentah AS selama dua minggu terakhir telah memberikan pasar minyak dorongan besar. Namun, beberapa mengatakan kekhawatiran resesi masih memiliki dampak yang lebih besar pada pasar.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: