News / Read

Minyak lebih kuat pada Jumat membalik penurunan tajam sesi sebelumnya

Blog Single

Minyak lebih kuat pada Jumat membalik penurunan tajam sesi sebelumnya

Harga minyak mentah rebound pada perdagangan pasar Asia di hari Jumat, membalik penurunan yang terjadi dari sesi sebelumnya setelah lonjakan yang terjadi pada stok pasokan AS.

Minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent AS turun lebih dari 1% dalam perdagangan minggu ini setelah IEA yang mengamati kepentingan konsumen energi Barat, menyarankan kenaikan harga tahun ini semakin mendahului tingkat permintaan.

WTI yang diperdagangkan di New York terpantau $ 1,03, atau 1,6%, pada $ 63,74 per barel. Mendekati harga tertinggi lima bulanan pada $ 64,79 awal pekan ini.

Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London sebagai patokan global untuk minyak, naik tipis sebesar 91 sen, atau 1,3%, menjadi $ 71,12. Setelah sebelumnya mencapai harga tertinggi November tahun lalu di $ 71,72.

Terlepas dari penurunan minggu ini WTI masih sekitar 40% lebih tinggi pada awal tahun ini sementara Brent menunjukkan kenaikan 33% setelah pemotongan produksi agresif oleh OPEC sejak Desember yang datang bersamaan dengan sanksi AS pada Venezuela dan Iran serta pemadaman yang terkait perselisihan Libya membantu memotong produksi global.

IEA, dalam laporan bulanannya untuk April, menunjukkan bahwa permintaan adalah bagian yang sangat penting dari persamaan untuk penyeimbangan kembali pasar minyak dan yang menghadapi ketidakpastian mengingat prospek ekonomi global melemah.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS memegang rekor 12,2 juta barel per hari, memperkuat posisi Amerika sebagai produsen minyak terbesar di dunia.

Laporan IEA datang sehari setelah laporan April dari OPEC yang mengatakan Venezuela memotong 960.000 barel per hari di bulan Maret, penurunan hampir 500.000 barel per hari dari Februari.

Angka-angka ini dapat menambah perdebatan dalam kelompok produsen OPEC + tentang apakah akan mempertahankan pengurangan pasokan minyak setelah Juni.

OPEC, Rusia dan produsen non-anggota lainnya mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari dari 1 Januari selama enam bulan awal tahun ini. Para produsen akan bertemu pada 25-26 Juni untuk memutuskan apakah akan memperpanjang perjanjian.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: