News / Read

Minyak mentah dibuka lebih lemah pada perdagangan pasar Asia hari Senin

Blog Single

Minyak mentah dibuka lebih lemah pada perdagangan pasar Asia hari Senin

Harga minyak mentah dibuka lebih rendah mengawali pasar perdagangan Asia di hari Senin, di tengah meredanya kekhawatiran geopolitik yang sebelumnya meningkat pada minggu lalu.

Dengan beberapa pemicu harga menarik minyak mentah berjangka lebih rendah pada perdagangan, konsumen minyak dunia melihat pertumbuhan yang lebih lambat dari tarif dagang AS yang lebih tinggi, di lain tempat sanksi minyak AS terhadap Iran masih memberikan dampak signifikan pada harga.

Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif $ 200 miliar barang-barang China, yang dilakukan pada hari Jumat, menakuti pasar lebih dari dampak memburuknya embargo minyak AS di Iran yang mengakibatkan semakin sedikit barel yang datang dari pengekspor minyak terbesar keempat di OPEC.

Pada minggu ini pasar akan menunggu laporan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak, dan Badan Energi Internasional yang keduanya dijadwalkan untuk mengeluarkan laporan bulanan reguler mereka mengenai pasokan dan permintaan minggu ini.

Sebelumnya harga minyak mendapatkan dukungan setelah meredanya kekhawatiran mengenai persaingan tarif antara AS dan China tentang bagaimana kedua negara dapat bekerja sama dalam perdagangan, Trump menutup harapan dan menaikkan hingga 25% tarif dari 10% sebelumnya pada impor Tiongkok ke AS

Tarif dagang yang lebih tinggi pasti akan menyebabkan efek penurunan pada ekonomi China, yang merupakan salah satu konsumen minyak terbesar dunia saat ini.

Ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi pada perdagangan global dengan meningkatnya kemungkinan perselisihan antara dua ekonomi top dunia memiliki dampak yang lebih besar pada pedagang minyak.

Sementara itu laporan bulanan OPEC dan IEA yang akan akan dirilis dapat mengalihkan perhatian para pedagang untuk kembali ke data spesifik pasar minyak. Iran tampaknya akan kehilangan sekitar 100.000 barel per hari atau lebih dari tekanan sanksi AS atas ekspor minyaknya, yang diyakini telah turun menjadi sekitar 800.000 barel per hari sejak awal tahun.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: