News / Read

Harga minyak mentah stabil pada pasar meskipun di tengah ketidakpastian dagang

Blog Single

Harga minyak mentah stabil pada pasar meskipun di tengah ketidakpastian dagang

Harga minyak mentah tidak banyak bergerak pada pasar Asia di hari Kamis, masih mencatatkan kenaikan yang moderat meskipun di tengah kekhawatiran seputar persaingan dagang AS dan China.

Perdebatan tentang apa yang menggerakkan pada harga minyak semakin meningkat karena pasar yang sebelumnya rally hampir 3% pada perdagangan setelah berita pada serangan yang dilakukan pada dua kapal tanker minyak Saudi di Teluk Persia.

Arab Saudi mengatakan dua dari kapal tanker minyaknya secara signifikan rusak dalam serangan sabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab, Saudi Press Agency melaporkan insiden itu menambah ketegangan regional ketika pemerintahan Trump meningkatkan tekanan pada Iran, yang tetap menantang dengan mengekspor minyaknya ke dunia meskipun ada sanksi dari AS.

Perhatian pasar juga terbagi dengan cepat ke pasar saham yang anjlok di tengah berita kenaikan tarif China atas barang-barang AS.

China mengindikasikan rencana untuk menaikkan tarif impor AS senilai $ 60 miliar mulai 1 Juni sebagai tanggapan atas instruksi Presiden Donald Trump kepada Perwakilan Dagang Robert Lighthizer untuk menyiapkan tarif 25% untuk hampir semua produk China yang diimpor ke AS, termasuk yang saat ini tidak ditutupi oleh retribusi yang ada. Perintah presiden itu datang setelah AS menaikkan tarif pada Jumat lalu sebesar $ 200 miliar impor China menjadi 25% dari 10%.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate sebagai patokan untuk minyak mentah AS, turun 62 sen, atau 1.%, menjadi $ 61,04 per barel. WTI telah telah rally sebanyak 2,7% sebelumnya, ke sesi tinggi $ 63,60.

London Brent futures sebagai patokan global untuk minyak, merosot 51 sen, atau 0,7%, menjadi $ 70,11 Sebelumnya Brent mencatatkan harga puncak untuk hari itu pada kisaran $ 72,58, atau 2,8% lebih tinggi.

Meskipun mencatatkan penurunan berturut, WTI tetap naik 34% pada tahun ini sementara Brent, yang jatuh menyusul juga masih diperdagangkan sekitar 30% lebih tinggi untuk tahun ini.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: