News / Read

Kekhawatiran geopolitik mendorong harga minyak menguat pada perdagangan Kamis

Blog Single

Kekhawatiran geopolitik mendorong harga minyak menguat pada perdagangan Kamis

Harga minyak mentah bergerak menguat pada perdagangan Kamis, terdorong kekhawatiran mengenai ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah terkait dengan serangan pada kapal minyak Saudi.

Meskipun begitu, penguatan harga masih terbatas melihat kenaikan yang terjadi pada stok pasokan minyak mentah AS untuk minggu ini.

West Texas Intermediate futures, patokan untuk minyak mentah AS, menetap 24 sen, atau 0,4% lebih tinggi, pada $ 62,02 per barel, setelah jatuh $ 1 per barel sesi sebelumnya. Sementara London Brent futures sebagai patokan global untuk minyak, naik 78 sen, atau 1,1%, menjadi $ 72,02.

Rebound minyak terjadi meskipun ada prediksi dari Badan Energi Internasional yang berbasis di Paris dalam laporan bulanannya yang mencatatkan bahwa kondisi global sekarang akan membutuhkan sangat sedikit minyak tambahan dari OPEC tahun ini karena melonjaknya output AS akan mengimbangi penurunan ekspor dari Iran dan Venezuela.

Administrasi Informasi Energi yang berbasis di Washington, atau EIA, mengkonfirmasi kenaikan persediaan minyak mentah secara mengejutkan, meskipun tidak sebesar yang diperkirakan.

Stok minyak mentah, tidak termasuk yang ada di Cadangan Minyak Strategis AS, naik 5,4 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan 800.000 barel.

EIA juga mengatakan bahwa total cadangan bensin turun 1,1 juta barel selama pekan yang berakhir 10 Mei, berbanding dengan perkiraan penurunan hampir 300.000 sebelumnya.

Persediaan bahan bakar distilasi naik 84.000 barel minggu lalu dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan sekitar 1 juta barel. Pada minggu sebelumnya, stok destilasi turun hampir 160.000 barel.

IEA memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global rata-rata akan menjadi 1,3 juta barel per hari pada 2019. Sebaliknya, produksi minyak dan kondensat AS diperkirakan naik rata-rata 1,7 juta barel per hari tahun ini.

Minyak mentah berjangka mendapatkan volatilitas yang tidak semestinya dalam beberapa hari terakhir karena sentimen pendorong harga yang negatif seperti memburuknya perang perdagangan AS-China yang dihadang dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Saudi, yang sering cenderung meminjamkan premium untuk minyak.

Kartel minyak OPEC telah berjuang untuk mempertahankan kenaikan harga minyak tahun ini setelah rally luar biasa lebih dari 30% pada tahun pertama. Dari tingkat tahun ke tahun, WTI naik 37% sementara Brent menunjukkan kenaikan 34%.

OPEC mengatakan memompa 30,03 juta barel per hari bulan lalu, atau hampir 550.000 barel per hari lebih rendah dari bulan Maret.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: