News / Read

Dolar AS tidak banyak berubah terhadap pesainganya pada perdagangan Selasa pagi

Blog Single

Dolar AS tidak banyak berubah terhadap pesainganya pada perdagangan Selasa pagi

Dolar AS tidak banyak bergerak pada perdagangan pasar Asia di hari Selasa, masih diperdagangkan pada harga dari penutupan perdagangan sesi sebelumnya.

Greenback mendapatkan rebound sejak awal minggu ini di tengah indikasi bahwa ketegangan perdagangan global sedang mereda tetapi kenaikan masih tertahan oleh harapan untuk suku bunga AS yang lebih rendah.

Indeks Dolar AS tercatat naik sekitar 0,3% menjadi 96,871, sedikit pulih setelah berakhir dengan kerugian 1,2% minggu lalu, mencatatkan kinerja mingguan terburuk untuk tahun ini.

Sentimen pasar didorong setelah AS dan Meksiko mencapai kesepakatan migrasi pada akhir pekan lalu untuk mencegah perang tarif. Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 5% untuk semua barang Meksiko yang dimulai pada hari Senin jika Meksiko tidak berkomitmen untuk memperketat perbatasannya.

Perselisihan dagang AS dengan para mitranya menaikan kekhawatiran global dalam satu tahun terakhir ini, termasuk konflik yang berkepanjangan dengan China, telah memperlambat pertumbuhan global dan meningkatkan resiko perdagangan.

Ekspor China secara tak terduga kembali meningkat pada bulan Mei meskipun tarif AS lebih tinggi dari data yang dirilis hari Senin, tetapi banyak yang menduga kenaikan itu disebabkan oleh perusahaan yang melakukan pengiriman lebih cepat untuk menghindari tarif AS yang lebih tinggi. Ketakutan akan perang dagang AS-Tiongkok yang lebih lama terus berlanjut.

Para pemimpin keuangan Kelompok G20 mengatakan bahwa ketegangan perdagangan dan geopolitik telah meningkat, meningkatkan risiko untuk penurunan pertumbuhan ekonomi global, Jika persaingan tarif antara AS dan China tidak segera menemukan kesepakatan.

Terhadap safe-haven yen, dolar naik 0,43% menjadi 108,64 yen. Yen menguat pada akhir Mei pada prospek perdagangan global yang memburuk karena mata uang Jepang cenderung menguntungkan selama tekanan geopolitik atau keuangan karena Jepang adalah negara kreditor terbesar di dunia.

Dolar Australia bergerak lebih rendah sebesar 0,4% menjadi 0,6955, membalik kenaikan minggu lalu.

Sementara Euro merosot turun hampir 0,3% menjadi 1,1308, mundur dari harga tertinggi mingguan pada kisaran 1,1348 yang disentuh pada minggu lalu.

Meskipun begitu, kenaikan dolar masih dibatasi oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga selama paruh kedua tahun ini.

Perkiraan tersebut didukung oleh data ekonomi ketika data menunjukkan bahwa ekonomi AS menambahkan jauh lebih kecil dari perkiraan sebesar 75.000 pekerjaan pada bulan Mei, menunjukkan hilangnya momentum dalam kegiatan ekonomi menyebar ke pasar tenaga kerja.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: