News / Read

Harga minyak mentah datar pada perdagangan pasar hari Selasa

Blog Single

Harga minyak mentah datar pada perdagangan pasar hari Selasa

Harga minyak mentah berjangka datar pada perdagangan pasar Asia di hari Selasa, setelah sebelumnya bergerak turun akibat meredanya kekhawatiran antara AS dan Meksiko.

Trump memutuskan untuk tidak melanjutkan dengan kenaikan tarif 5% -25% pada impor Meksiko.

Kurangnya komitmen oleh Rusia tentang berapa banyak produksi minyak mentah yang akan dipotong pada paruh kedua tahun ini membebani sentimen pasar pada beberapa waktu terakhir.

Minyak mentah antara West Texas Intermediate AS turun 63 sen, atau 1,26%, menjadi $ 53,36 per barel, berkonsolidasi setelah reli kenaikan hingga 4% pada minggu lalu.

Brent sebagai patokan global yang diperdagangkan di Inggris untuk minyak, turun $ 1, atau 1,58%, menjadi $ 62,29 per barel. Brent juga naik hampir 4% dalam dua sesi sebelumnya.

WTI telah diperdagangkan setinggi $ 54,84, dengan Brent mencapai puncaknya $ 64,10 sebelum akhirnya kembali melemah di awal minggu ini.

Ketika pertemuan OPEC yang sangat penting pada 25-26 Juni semakin dekat, Rusia, sekutu utama kartel untuk dapat mendukung harga minya belum menjelaskan rencana pengurangan produksi tahun ini.

Ke-14 anggota OPEC dan 10 sekutu non-anggotanya yang dipimpin oleh Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC + 10, berhasil mendorong harga minyak mentah lebih dari 40% tahun ini hingga akhir April melalui kesepakatan untuk bersama-sama memotong setidaknya 1,2 juta barel per hari selama periode enam bulan.

Namun, dalam empat minggu terakhir, minyak telah turun hingga 20% dari harga tertinggi April karena permintaan bahan bakar yang lemah sebelum musim panas, melonjaknya stok minyak mentah, dan kekhawatiran akan resesi global dari persaingan tarif dagang yang dilakukan oleh AS.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak yang mengatakan bahwa ada risiko besar kelebihan pasokan jika kesepakatan OPEC + 10 tidak diperpanjang untuk dapat memangkas persediaan global.

Rusia akan berusaha untuk mengantisipasi skenario terburuk jika harga minyak jatuh ke $ 30 per barel tanpa kesepakatan pemotongan produksi baru.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: