News / Read

Emas kembali menguat pada perdagangan terdorong ketidakpastian ekonomi global

Blog Single

Emas kembali menguat pada perdagangan terdorong ketidakpastian ekonomi global

Harga emas kembali menguat pada perdagangan hari Rabu, terdorong oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang terjadi di tengah minimnya data ekonomi.

Pasar semakin khawatir menjelang pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada G20 yang akan datang yang telah menahan para investor emas namun harga emas secara perlahan kembali bergerak naik.

Trump mengatakan bahwa ia akan menaikkan tarif impor Tiongkok lebih lanjut jika ia tidak dapat membuat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan pada KTT G20 akhir bulan ini. Perwakilan Xi menolak untuk mengkonfirmasi apakah pemimpin China akan bertemu Trump pada pertemuan 28-29 Juni di Osaka, Jepang. Tetapi China berjanji akan memberikan tanggapan yang keras jika Amerika Serikat bersikeras untuk meningkatkan ketegangan perdagangan di tengah negosiasi yang sedang berlangsung.

Harga spot gold yang merupakan reflektif dari perdagangan bullion, diperdagangkan pada $ 1,329.90 per ounce, turun tipis 21 sen, atau 0,02%. Itu skala tinggi terakhir terlihat pada bulan April 2018 dari $ 1,348.34 pada pekan lalu.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, terpantau naik $ 1,90, atau 0,14%, pada $ 1,331.20 per ounce. Mencapai harga puncak di $ 1,352.55 sebelumnya.

Kontrak emas Agustus naik hampir $ 70, atau hampir 5,5%, antara 28 Mei dan 7 Juni, mendapat manfaat dari meningkatnya ketegangan AS-Meksiko ketika Trump mengancam akan menerapkan tarif di Meksiko agar bertindak keras untuk menghentikan aliran obat-obatan terlarang dan migran tidak berdokumen dari sisi perbatasannya.

Trump mundur dari ancaman pada akhir pekan lalu setelah mengklaim konsesi besar dari Meksiko, meskipun laporan yang diterbitkan mempertanyakan seberapa baru perjanjian antara AS dan Meksiko itu.

Emas juga telah didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin harus menurunkan suku bunga setelah data pekerjaan AS bulan Mei yang kurang dari harapan dan karena tekanan lanjutan dari Trump, yang menginginkan pelonggaran suku bunga sehingga ekonomi dapat berkinerja lebih baik di bawah kebijakannya.

The Fed karena menaikkan suku bunga selama masa jabatannya dan untuk mengurangi portofolio aset senilai $ 3,8 triliun, yang menurutnya telah merugikan perekonomian dan menempatkan AS pada posisi yang tidak menguntungkan.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: