News / Read

Harga minyak mentah naik pada perdagangan terdorong pemotongan produksi

Blog Single

Harga minyak mentah naik pada perdagangan terdorong pemotongan produksi

Harga minyak mentah berjangka naik pada perdagangan hari Selasa, membalik pelemahan yang terjadi setelah Russian melakukan penurunan produksi sebesar 600.000 barel.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak sebelymnya mengatakan pemerintahannya membutuhkan lebih banyak waktu untuk memutuskan apakah akan bergabung dengan pengurangan produksi minyak tambahan yang diusulkan oleh komite teknis OPEC karena memiliki alasan untuk percaya bahwa pertumbuhan produksi minyak AS dapat melambat sementara permintaan global tampak solid.

Beberapa analis berpendapat bahwa Russia pada dasarnya skeptis bahwa pengurangan 600.000 barel per hari yang diusulkan oleh OPEC akan cukup untuk meningkatkan harga pasar.

Keragu-raguan Rusia itu terjadi karena pembeli atas permintaan minyak China diperkirakan turun ratusan ribu barel setiap hari akibat pandemi virus yang telah melumpuhkan seluruh bagian ekonominya.

Pertemuan komite teknis OPEC, berakhir tanpa kesepakatan pengurangan produksi merupakan pendahuluan untuk pertemuan dua hari yang lebih penting yang dijadwalkan 5-6 Maret antara para menteri minyak dan energi OPEC +, sebuah kelompok yang lebih besar yang terdiri dari 13 anggota OPEC dan 10 anggota sekutu lainnya termasuk Russia.

Brent, patokan yang diperdagangkan di London untuk minyak mentah, menetap naik $ 1,20, atau 2,2%, pada $ 53,27 per barel. West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York, patokan minyak mentah AS, tercatat bergerak naik 75 sen, atau 1,5%, menjadi $ 49,57.

Sejak mencapai harga tertinggi pada bulan Januari, harga minyak mentah telah berangsur turun. Brent dan WTI sekarang turun sekitar 20% dari sejak awal tahun ini.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: