News / Read

Minyak mentah membalik pelemahan di tengah resiko dari perdagangan

Blog Single

Minyak mentah membalik pelemahan di tengah resiko dari perdagangan

Harga minyak mentah sedikit lebih tinggi pada perdagangan hari Selasa membalik pelemahan yang terjadi sebelumnya setelah kekhawatiran perdagangan yang kembali meningkat akibat dari penyebaran wabah virus corona.

Investor melarikan diri dari risiko di pasar dan masuk ke safe havens karena semakin banyak orang di negara-negara di luar China yang menjadi korban corona.

Brent, patokan global yang diperdagangkan di London untuk minyak mentah, naik tipis $ 2,17, atau 3,7%, pada $ 55,77 per barel. West Texas Intermediate, patokan minyak mentah AS, juga naik sekitar 3,7%, atau $ 1,95, menjadi menetap di $ 51,43 per barel.

Itu adalah aksi jual minyak terbesar sejak Jan.8, ketika virus itu baru saja menjadi terkenal di dunia. Pada kesempatan itu, Brent turun 6,5% dan WTI 5,7%.

Tepat pada pekan lalu, patokan global naik ke level tertinggi mingguan di $ 59,99. Sementara harga minyak AS mencapai tertinggi satu bulan di $ 54,63.

Minyak jatuh karena lonjakan infeksi coronavirus di Italia, Korea Selatan dan Iran memicu penghindaran risiko di seluruh pasar, mendorong investor keluar dari pasar energi dan ekuitas menuju tempat yang aman seperti emas dan dolar.

Badan Energi Internasional mencatatkan bahwa permintaan minyak akan menjadi 435.000 barel lebih rendah per hari pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

IEA yang berbasis di Paris juga memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2020 menjadi 825.000 barel per hari, pengurangan hampir sepertiga dari target sebelumnya.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: