News / Read

Dolar melemah pada Rabu pagi paska hasil debat capres AS semalam

Blog Single

Dolar melemah pada Rabu pagi paska hasil debat capres AS semalam

Dolar berlanjut turun terhadap mata uang lainnya menunggu debat perdana calon Presiden AS antara incumbent Donald Trump dan Joe Biden hari ini. Selain itu penurunan disebabkan oleh aksi profit taking setelah dolar menguat beberapa hari sebelumnya, meskipun fundamental ekonomi cukup menjanjikan pemulihan ekonomi.

Banyak hal yang akan dicermati terutama program untuk mengatasi pandemik covid-19 dan juga program ekonomi yang akan ditawarkan oleh kedua kandidat. Selain itu hubungan internasional terutama perdagangan juga akan menjadi perhatian karena sepanjang jabatan Presiden Trumps hampir merubah semua pakta perdagangan dimana AS terlibat dan hubungan AS – China yang terus bersitegang.

Perdebatan ini akan berlangsung selama 90 menit yang merupakan pertama kalinya kedua kandidat bertatap muka langsung dan dalam posisi saling berlawanan sehingga diharapkan akan terjadi retorik yang menarik mengingat kedua kandidat ini memiliki sifat yang meledak-ledak. Sementara itu stimulus fiskal masih dalam pembahasan seperti yang kembali ditegaskan oleh juru bicara DPR AS – Nancy Pelosi dengan pemerintah AS setelah berbicara dengan Menteri Keuangan – Steve Mnuchin dan akan dilanjutkan malam ini.

Kepastian akan stimulus ini kemungkinan baru akan di sepakati setelah diperoleh hasil pemilu November mendatang apakah akan diteruskan dengan pemerintah saat ini ataupun dengan pemerintahan yang baru.

Penanganan akan ancaman pandemik gelombang kedua masih belum terkendali meski Presiden Trump akan mengirimkan alat uji test dalam jumlah yang memadai.

Data ini lebih baik dari perkiraan 90 dan data periode sebelumnya yang juga direvisi naik dari 84.8 menjadi 86.3. Walaupun defisit neraca perdagangan masih terus bertambah -82.9B lebih rendah dari perkiraan -81.8B dari periode sebelumnya -80.1B. Malam ini akan dirilis sejumlah data penting termasuk data pertumbuhan GDP, penambahan tenaga kerja swasta ADP dan PMI negara bagian Chicago serta data perumahan. 

Sementara Euro menguat terhadap dolar menembus level 1.17 hingga mendekati level 1.18 meski ancaman pandemik gelombang kedua masih mengancam.

Dengan sentimen ekonomi masih positif namun sentimen industri masih cenderung turun dan inflasi terus turun lebih rendah dari perkiraan seperti yang terjadi di Jerman.

Rendahnya inflasi ini yang menjadi pertimbangan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk terus melonggarkan kebijakan moneter. Dengan pejabat ECB masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut karena ancaman gelombang kedua pandemik. Hari ini akan dirilis data inflasi di Prancis dan Itali serta data sektor tenaga kerja di Jerman. Presiden ECB – Christine Lagarde juga kembali akan berpidato malam ini.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: