News / Read

Mata uang Eropa sedikit terkoreksi terhadap Dolar AS menjelang survey sentimen ekonomi

Blog Single

Mata uang Eropa sedikit terkoreksi terhadap Dolar AS menjelang survey sentimen ekonomi

Euro sedikit terkoreksi terhadap dolar menjelang rilis hasil survey sentimen ekonomi setelah jumat lalu mencapai 1.1830 yang merupakan level tertinggi dalam 2 pekan terakhir.

Sementara ancaman gelombang kedua pandemik masih terus mengancam. Bahkan WHO sampai mengeluarkan himbauan untuk pemerintah di kawasan ini agar segera mengambil langkah pembatasan guna mencegah penularan covid-19 yang semakin meningkat. Prancis melaporkan kenaikan kasus baru mencapai angka 27.000 per hari pada akhir pekan lalu. Jerman dan Belanda dimana jumlah kasus tidak sebanyak di Prancis sudah melakukan sejumlah pembatasan.

Sementara Spanyol mengumumkan Madrid dalam keadaan darurat dan membatasi perjalanan keluar kota bagi warga Madrid serta 6 kota lainnya. Siang ini akan dirilis hasil survei sentimen ekonomi dari ZEW, dengan meningkatnya ancaman pandemik gelombang kedua ini sudah sewajarnya sentimen ekonomi menurun.

Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya dengan isu seputar paket stimulus pandemik yang kembali menjadi perhatian setelah pemerintahan Presiden Trump mengajukan proposal stimulus baru kepada Kongres. Seperti diketahui pekan lalu Presiden Trump memerintahkan staff-nya untuk mneghentikan perundingan paket stimulus umum.

Proposal kali ini diajukan dengan memanfaatkan dana yang tersisa dari program pinjaman lunak bagi UKM yang sudah habis masa berlakunya. Langkah ini merupakan usaha terakhir dari Presiden Trump untuk meraih suara kembali dalam pemilu 3 November mendatang. Menurut juru bicara Gedung Putih, proposal ini sudah disetujui Partai Republik di Senat. Namun menurut ketua Kongres – Nancy Pelosi usulan ini sangat tidak memadai.

Sehingga kecil kemungkinan hal tersebut dapat disetujui sebelum hasil pemungutan suara pemilu diumumkan. Meskipun Menteri Keuangan – Steven Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih – Mark Meadows berharap banyak agar segera mendapat persetujuan Kongres untuk kepentingan rakyat banyak. Sejauh ini semakin besar nilai stimulus direspon pasar sebagai negatif untuk dolar.

Pelemahan mata uang dolar sempat tertahan karena langkah Bank Sentral China (PBOC) yang kembali menurunkan reserve requirement rasio-nya. Sementara itu Gubernur Bank Sentral Jepang – Haruhiko Kuroda juga menyatakan kesiapan mereka untuk bertindak kembali melonggarkan kebijakan moneternya.

Meskipun pertemuan moneternya baru akan dilaksanakan pada 29 Oktober mendatang. Setelah sebagian besar perbankan dan jasa keuangan tutup kemarin, hari ini data inflasi CPI di AS akan menjadi perhatian pasar untuk mengetahui laju inflasi walaupun diperkirakan masih tidak berubah sama seperti periode sebelumnya. Sedikit perubahan akan menjadi pemicu pergerakan dolar selanjutnya.


 

 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: