News / Read

Dolar lebih kuat Rabu pagi di tengah resiko penolakan stimulus AS

Blog Single

Dolar lebih kuat Rabu pagi di tengah resiko penolakan stimulus AS

Dolar rebound terhadap mata uang lainnya seiring dengan semakin tipisnya harapan akan disetujuinya paket stimulus baru yang diajukan oleh tim Presiden Trump serta penundaan uji coba antivirus covid-19 dari Johnson & Johnson dan penghentian uji coba antibodi Ely Lilly karena alasan keamanan yang kesemuanya berujung akan memperlambat pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

Upaya terakhir Presiden Trump dalam meraih suara kembali pada pemilu 3 November mendatang adalah dengan mengajukan proposal stimulus baru dengan memanfaatkan dana yang tersisa dari program pinjaman lunak bagi UKM yang sudah habis masa berlakunya. Menteri Keuangan – Steven Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih – Mark Meadows ikut mendorong hal ini agar segera mendapat persetujuan Kongres untuk kepentingan rakyat banyak.

Namun menurut Ketua DPR AS – Nancy Pelosi usulan ini sangat tidak memenuhi syarat sehingga kecil kemungkinan hal tersebut dapat disetujui sebelum hasil pemungutan suara pemilu diumumkan. Semakin kecil peluang stimulus mendapat persetujuan berpengaruh pada penguatan dolar, begitu juga dengan semakin besar nilai stimulus akan berdampak negatif terhadap dolar.

Sementara itu usaha untuk menghentikan penyebaran virus covid-19 juga mengalami hambatan setelah Johnson & Johnson menunda semua uji coba fase 3 pada antivirus temuannya dikarenakan pasien yang diuji coba mengalami gejala yang masih belum dapat dijelaskan. Tidak sampai 24 jam kemudian Eli Lilly juga menghentikan uji coba antibodi untuk melawan COVID-19.

Penghentian uji coba ini dikarenakan alasan keselamatan, mengingat antibodi ini baru direkomendasikan untuk keadaan darurat saja. Fundamental ekonomi di AS sendiri relatif masih cenderung menurun dengan inflasi CPI tercatat 0.2% sesuai dengan perkiraan dari periode sebelumnya 0.4%. Begitu pula dengan data Core tanpa mengikutsertakan produk BBM dan makanan juga turun 0.2% sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 0.4%.

Malam ini juga masih akan ada data inflasi dari sisi produsen PPI dan sejumlah pejabat tinggi Fed akan memberikan pidato pada sejumlah even yang berbeda.

Poundsterling juga anjlok tajam menjauh dari level 1.30 terhadap Dolar dengan semakin tipisnya harapan akan tercapai kesepakatan dagang dengan Uni Eropa terlebih sisa waktu yang semakin habis dan harus diakhiri esok hari.

Perdana Menteri – Boris Johnson didepan menteri kabinetnya kemarin mengatakan Inggris menginginkan kesepakatan dagang dengan Uni Eropa yang adil dengan syarat-syarat yang benar, jika memang tidak mencapai kesepakatan tersebut maka hal tersebut tidak perlu ditakutkan.

Sementara ancaman gelombang pandemik kedua di Inggris juga semakin serius sehingga Sekjen Parlemen Inggris – Robert Jenrick mengatakan pemerintah perlu lebih tegas memberlakukan pembatasan daripada sebelumnya. Liverpool dan sekitar Merseyside saat ini menjadi level tertinggi pembatasan dari 3 tingkatan pembatasan baru yang diberlakukan kemarin. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: