News / Read

Euro masih relatif stabil di tengah kekhawatiran gelombang baru pandemi

Blog Single

Euro masih relatif stabil di tengah kekhawatiran gelombang baru pandemi

Euro relatif masih stagnan terhadap dolar masih dengan kekhawatiran akan kembali diberlakukan pembatasan seiring dengan meningkatnya ancaman gelombang kedua pandemik.

Italy melaporkan penambahan kasus baru per hari mencapai rekor tertinggi, di Jerman juga hampir mencapai rekor tertinggi per hari sedangkan Prancis secara resmi mengumumkan keadaan darurat dan akan membatasi aktifitas di sejumlah kota utama di negara ini.

Pembatasan yang kembali akan diberlakukan sudah pasti akan menghambat proses pemulihan ekonomi akibat pandemik pertama dahulu. Walaupun fundamental ekonomi masih cukup positif yaitu berupa Industrial Production meningkat 0.7% nyaris sebaik perkiraan naik 0.8% dari periode sebelumnya 5.0%. Hari ini dijadwalkan KTT darurat Uni Eropa guna membahas perundingan Brexit yang akan berakhir hari ini.

Dolar kembali melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan kepastian tidak adanya paket stimulus sebelum hasil pemilu AS mendatang dan juga harapan akan vaksin antivirus covid-19 juga akan lebih lama tersedia. Paket stimulus baru yang diajukan oleh administrasi Presiden Trump menghadapi penolakan dari Kongres seperti yang berulang diucapkan oleh Nancy Pelosi yang mengatakan paket stimulus ini tidak akan memadai.

Paket stimulus tersebut diajukan dengan memanfaatkan dana yang tersisa dari program pinjaman lunak bagi UKM yang sudah habis masa berlakunya beberapa waktu lalu. Menteri Keuangan – Steven Mnuchin kemarin juga menegaskan perundingan yang dilakukan dengan Pelosi menghadapi perbedaan pendapat dan pandangan yang akan sulit mencapai kesepakatan sebelum pemilu mendatang. Seperti sudah diberitakan kemarin Johnson & Johnson menunda semua uji coba fase 3 pada antivirus temuannya dikarenakan pasien yang diuji coba mengalami gejala yang masih belum dapat dijelaskan. Menyusul tidak sampai 24 jam kemudian Eli Lilly juga menghentikan uji coba antibodi.

Penghentian uji coba ini dikarenakan alasan keselamatan, mengingat antibodi ini baru direkomendasikan untuk keadaan darurat saja. Pemilu AS yang sudah semakin dekat juga menjadi perhatian pasar dengan polling yang banyak mengunggulkan Joe Biden walaupun hasil akhir masih ditentukan oleh elektoral vote. Hal serupa terjadi pada pemilu 2016 lalu dimana Hillary Clinton meraih suara terbanyak, namun mengalami kekalahan pada electoral vote dari Donald Trump.

Sementara itu Ketua Fed cabang Dallas – Robert Kaplan kemarin menyampaikan optimisme akan pemulihan ekonomi di tahun depan dengan kenaikan 3.5%. Data ekonomi yang dirilis semalam menunjukkan terjadinya kenaikan dengan PPI yang naik 0.4% atau 2x lipat dari perkiraan turun 0.2% dari periode sebelumnya 0.3%. Malam ini akan dirilis data indeks manufaktur di negara bagian New York & Philadelphia dengan ekspektasi lebih rendah dari periode sebelumnya.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: