News / Read

Sterling lebih rendah terhadap Dolar ditengah kekhawatiran perundingan Brexit

Blog Single

Sterling lebih rendah terhadap Dolar ditengah kekhawatiran perundingan Brexit

Poundsterling lebih rendah terhadap Dolar AS seiring dengan dilanjutkannya perundingan dagang dengan Uni Eropa. Ketua tim negosiasi – David Frost yang sehari sebelumnya pesimis, kemarin mengabarkan perundingan dengan pihak Uni Eropa akan berlanjut petang ini.

Data inflasi CPI di negara ini meningkat 0.5% melampaui perkiraan naik 0.4% dari periode sebelumnya 0.2%. Data PPI & HPI juga meningkat hanya data Public Sector Net Borrowing yang semakin membengkak 35.4B melebihi perkiraan 32.5B dari periode sebelumnya 29.4B.

Hari ini Gubernur Bank Sentral Inggris – Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato. Pasar akan mencermati untuk melihat peluang adopsi suku bunga negatif di Inggris pada kwartal pertama tahun depan. Data ekonomi yang akan dirilis adalah Industrial Order dari CBI.

Dolar diperdagangkan stabil terhadap mata uang lainnya dengan optimisme seputar paket stimulus dan pesimisme seputar pemilu 3 November mendatang. Pihak Gedung Putih dan Ketua DPR AS – Nancy Pelosi sudah sepakat untuk membuat paket dengan nominal yang cukup besar meskipun keputusan Presiden Trump ini tidak mendapat restu dari Partai Republik pendukungnya. Pelosi yang juga salah satu pimpinan Partai Demokrat juga optimis akan paket stimulus yang baru tersebut dan berharap dapat diselesaikan dalam pekan ini.

Walaupun sepertinya masih akan sulit untuk lolos dari Senat yang mayoritas dikuasai oleh Partai Republik. Sehingga pasar masih pesimis paket stimulus ini akan disahkan sebelum pemilu yang tinggal 13 hari lagi. Sementara itu dari polling calon presiden yang favorit masih mengunggulkan capres dari Partai Demokrat – Joe Biden dengan angka yang tipis. Hal ini masih tidak dapat memastikan pemenang pemilu karena bukan dari banyaknya suara namun ditentukan dari voting electoral.

Meskipun dikemudian hari Biden terpilih, hampir dipastikan Donald Trump tidak akan memberikan kursi kepresidenan dengan begitu saja. Seperti diketahui sebelum kampanye Trump sudah menuduh adanya rekayasa dalam pemilu kali ini dan kemungkinan akan menjadi sengketa yang berakhir pada Mahkamah Agung. Ini yang menyebabkan Presiden Trump segera mengajukan Amy Coney Barrett untuk menjadi Jaksa Agung menggantikan Ruth Bader Ginsburg yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Laporan inflasi Beige Book dari Federal Reserve menunjukkan aktifitas ekonomi masih berjalan dengan cenderung melambat di setiap negara bagian di AS. Malam ini akan dirilis data Leading Indeks dan laporan mingguan klaim pengangguran.

 

 

 

 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: