News / Read

Poundsterling melemah pada hari Senin tertekan ketidakpastian Brexit

Blog Single

Poundsterling melemah pada hari Senin tertekan ketidakpastian Brexit

Poundsterling masih terus melemah terhadap Dolar setelah set data fundamental ekonomi cenderung menurun dan ketidakpastian seputar perundingan dagang dengan Uni Eropa. Data PMI untuk Inggris terus menurun berturut-turut dalam 4 bulan terakhir, menimbulkan kekhawatiran di tengah maraknya kembali pandemik covid-19 di negara ini. Sementara meski ada harapan akan perundingan dagang dengan Uni Eropa setelah Prancis melakukan kompromi di sektor perikanan untuk kepentingan bersama, hal ni sempat membuat GBP menguat namun tidak bertahan lama setelah pasar mencerna bahwa selain sektor perikanan masih banyak hal penting yang belum dapat diselesaikan. Sementara batas waktu perundingan sudah semakin menipis. Pekan ini tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis di Inggris.

Sementara itu greenback terus tertekan pada perdagangan seiring dengan ketidakpastian akan paket stimulus dari kedua Partai di Parlemen yang saling memberikan pernyataan yang berbeda. Ketua DPR AS – Nancy Pelosi masih optimis paket stilmulus pandemik ini dapat disetujui sebelum pemilu jika Presiden Trump bisa mengajak Partai Republik di Senat menyetujui paket tersebut. Namun Presiden Trump dan Menteri Keuangan – Steven Mnuchin menolak usulan Pelosi dan mengatakan masih jauh perbedaan pendapat diantara kedua Partai tersebut. Sehingga pencapaian kesepakatan sebelum pemilu sepertinya peluangnya tipis.

Dari pemilu AS, debat final capres jumat lalu masih saling menyerang perihal kehidupan pribadi meski tidak sesengit pada debat pertama lalu. Selain itu juga dibahas penanganan covid-19 yang cenderung terus meningkat dan tidak kunjung mereda.  Dengan menyisakan waktu 8 hari lagi, hasil pemilu masih belum dapat di prediksi. Meskipun dari beberapa polling masih mengunggulkan Joe Biden dengan harapan akan terjadinya perubahan kebijakan yang drastis dari pemerintahan Presiden Trump saat ini. Karena jika Presiden Trump terpilih lagi, maka tidak akan banyak perbedaan kebijakan yang akan dibuatnya. Sementara data ekonomi yang dirilis Jumat lalu menunjukkan PMI masih positif. Dengan sektor manufaktur meningkat 53.3 sedikit meningkat dari periode sebelumnya 53.2 namun masih dibawah perkiraan 53.5. 

Sektor jasa justru meningkat 56.0 lebih baik dari perkiraan 54.7 dan periode sebelumnya 54.6. Pekan ini akan banyak dirilis data penting diantaranya data Durable Goods Order, Kepercayaan Konsumen, Neraca Perdagangan dan yang terpenting data pertumbuhan ekonomi GDP di hari Kamis dan data penting lainnya pada hari Jumat termasuk Chicago PMI, Personal Spending/Income dan hasil survey dari University of Michigan.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: