News / Read

Dolar melemah pada pasar Asia tertekan lonjakan kasus Covid AS

Blog Single

Dolar melemah pada pasar Asia tertekan lonjakan kasus Covid AS

Dolar diperdagangkan lebih rendah pada Selasa pagi, seiring dengan rekor kenaikan tertinggi pasien baru covid-19 dalam sehari di AS dan Eropa.

Laporan dari Johns Hopkins University tercatat setidaknya terdapat 83.757 pasien baru hari Jumat pekan lalu, jauh melampaui kenaikan kasus per hari sebelumnya. Hingga saat ini AS memimpin jumlah kasus dibandingkan dengan negara lainnya yaitu hampir mencapai 8.5 juta kasus dengan angka kematian mencapai lebih dari 224.000.

Estimasi baru dari University of Washington memperkirakan angka kematian bisa melewati angka 500.000 pada Februari mendatang kecuali semua warga AS disiplin mengenakan masker kesehatan. Rusia juga melaporkan rekor baru kasus baru covid-10 pada jumat lalu dengan kenaikan 17.300 kasus per hari sementara di Prancis total kasus sudah melampaui angka 1 juta menjadikannya negara ketujuh yang melampaui angka 1 juta kasus setelah AS, India, Brazil, Russia, Argentina dan Spanyol.

Lonjakan kasus covid-19 di AS dapat menjadi bumerang bagi Presiden Trump  untuk meraih suara dalam pemilu AS yang menyisakan 8 hari lagi.

Dalam kampanyenya Presiden Trump sering mengabaikan protokol kesehatan yang disarankan sehingga menjadi penyebab meningkatnya penyebaran covid-19. Sementara harapan akan paket stimulus semakin tipis dapat diselesaikan sebelum pemilu setelah Nancy Pelosi memberikan respon dari Gedung Putih pada hari Senin kemarin. Dan hingga saat ini Gedung Putih belum memberikan jawaban.

Data fundamental ekonomi di AS juga menurun dengan data New Home Sales justru turun 959K lebih jelek dari perkiraan 1025K, data periode sebelumnya juga di revisi turun dari 1011K menjadi hanya 994K. Hari ini akan dirilis data Durable Goods, Indeks kepercayaan Konsumen dan Indeks manfaktur negara bagian Richmond.

Sementara itu Euro mengalami koreksi terhadap dolar setelah indeks iklim bisnis IfO di Jerman menunjukkan penurunan 92.7 lebih jelek dari perkiraan 93.1 dan periode sebelumnya 93.2. Sementara gelombang kedua pandemik juga menjadi ancaman bagi perekonomian dengan sebagian besar wilayah ini mengalami lonjakan kenaikan kasus baru covid-19 dan memaksa diberlakukannya kembali sejumah pembatasan. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: