News / Read

Dolar AS melemah pada hari Rabu tertekan memburuknya data ekonomi

Blog Single

Dolar AS melemah pada hari Rabu tertekan memburuknya data ekonomi

Dolar AS melemah pada hari Rabu tertekan memburuknya data ekonomi yang dirilis dalam beberapa hari terakhir

Data Retail Sales di AS untuk periode ini anjlok tajam hanya 0.3%, lebih buruk dari perkiraan 0.5% atau turun lebih dari 5x dari periode sebelumnya 1.6%. Begitu pula dengan Core Retail Sales yang mengecualikan sektor otomotif hanya naik 0.2%, jauh dari perkiraan 0.6% dan turun 6x dari periode sebelumnya 1.2%. Data periode sebelumnya juga mengalami revisi turun yang cukup signifikan. Dampak dari gelombang kedua pandemik tanpa paket stimulus berupa dana bantuan membuat daya beli rakyat AS turun drastis terlihat dari data tersebut diatas.

Dengan gelombang kedua pandemik yang diperkirakan masih belum berakhir, berpeluang membuat data Retail Sales masih akan terus menurun setidaknya dalam 2 bulan mendatang. Walaupun presiden terpilih – Joe Biden menyarankan parlemen untuk mengesampingkan perbedaan antara Kongres dengan Senat AS dan segera menyediakan dana bantuan yang serupa dengan paket stimulus yang disetujui pada bulan Mei lalu senilai $3 trilyun.

Namun sepertinya saran ini tidak akan dapat segera direalisasikan mengingat sudah menjelang akhir tahun dan secara resmi Biden belum dilantik sebagai Presiden AS yang baru akan dilakukan pada 20 Januari 2021 mendatang. Terlebih lagi Senat AS yang masih mayoritas dikuasai oleh Partai Republik selama ini menentang paket stimulus dalam jumlah yang besar. 

Euro masih terus menguat seiring dengan pelemahan mata uang dolar. Selain itu tanda-tanda menurunnya kurva pasien covid-19 juga menjadi harapan akan pemulihan ekonomi di kawasan ini. Pemberlakuan pembatasan yang ketat menjadi kunci pencegahan penularanan virus ini. Di Belgia yang pada 30 oktober lalu dilaporkan sebanyak hampir 30K kasus per hari, sekarang hanya tercatat sebanyak 4.600 kasus per hari. Di Jerman pada puncaknya dilaporkan kasus perhari diatas 23K dan sekarang hanya mendekati 16K. Hal sama terjadi di Prancis,

Italy dan Belanda. Meskipun angka-angka tersebut masih tinggi, namun kurva penularan covid-19 sudah ke arah yang benar. Jika pemberlakuan pembatasan terus diterapkan dan dipatuhi oleh lapisan masyarakat maka kurva ini akan terus menurun sehingga proses pemulihan ekonomi akan mendapat momentum. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI untuk kawasan Uni Eropa secara keseluruhan.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: