News / Read

Dolar menguat pada hari Jumat seiring dengan optimisme politik AS

Blog Single

Dolar menguat pada hari Jumat seiring dengan optimisme politik AS

Dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat seiring dengan meredanya ketidakpastian politik di AS. Seperti sudah diberitakan sebelumnya, pendukung Presiden Trump melakukan penyerbuan ke gedung parlemen Capitol Hill dan mengakibatkan penundaan sejumlah jadwal pengesahan hasil pemilu yang sudah dilaksanakan sejak November tahun lalu. Aksi ini dilakukan karena provokasi adanya kecurangan dalam pemilu oleh pendukung Presiden Trump. Setelah penyerbuan tersebut berakhir, Kongres AS mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilu 2020 lalu dan akan dilantik pada 20 Januari mendatang. Begitu pula kemenangan Partai Demokrat di negara bagian Georgia sekaligus menjadikan komposisi kursi di Senat 50:50.

Dengan komposisi ini keputusan mayoritas akan ditentukan oleh Ketua Senat yang dijabat oleh wakil presiden dalam hal ini Kamala Harris sehingga otomatis akan dikuasai Partai Demokrat. Dengan Kongres yang terdiri dari 2 lembaga keduanya dikuasai oleh Partai Demokrat akan memudahkan presiden terpilih – Joe Biden untuk menjalankan kebijakan yang dijanjikan terutama dalam program kerja 100 hari pertama. Sehingga dalam waktu tidak lama lagi dana bantuan $2000 yang diharapkan dapat segera direalisasikan. Selain itu program kerja lainnya diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi domestik dan hubungan internasional yang memburuk sejak kepemimpinan Presiden Trump. Meskipun belum ada kepastian kapan pandemik ini berakhir, namun dengan tersedianya vaksin dari berbagai produsen diharapkan akan segera menurunkan penyebaran virus dan ekonomi akan kembali meningkat yang akan menjadi sentimen positif untuk mata uang dolar. Sementara itu data ekonomi di sektor tenaga kerja menunjukkan terjadinya peningkatan PHK seperti laporan dari Challenger yang melonjak 134.5% dari periode sebelumnya 45.4%.

Laporan mingguan klaim pengangguran hanya sedikit lebih baik. Defisit neraca perdagangan masih terus bertambah besar. Sedangkan indeks PMI di sektor jasa diluar dugaan naik 57.2 jauh lebih baik dari perkiraan turun ke 54.5 dari periode sebelumnya 55.9. Malam ini akan diirlis data sektor tenaga kerja terpenting yaitu Non-Farm Payroll dengan perkiraan yang cukup drastis. Untuk pertama kalinya dalam 8 bulan terakhir perkiraan penambahan lapangan kerja dibawah 100K yaitu hanya 60K turun dari periode sebelumnya yang cukup tinggi 245K. Tingkat pengangguran juga diperkirakan naik sementara upah rata-rata diperkirakan turun. Jika realisasi data sesuai perkiraan diatas, maka dolar berpeluang untuk kembali melemah. Namun optimisme seputar berakhirnya ketidakpastain politik dan prospek ekonomi dibawah presiden yang baru kemungkinan akan dapat menahan sentimen fundamental ini.

Euro tidak dapat mempertahankan level 1.23 seiring dengan penguatan mata uang dolar. Sektor retail di Uni Eropa juga terpuruk turun hingga -6.1% lebih buruk dari perkiraan -3.4% dan jauh dari periode sebelumnya +1.4%. Estimasi inflasi CPI relatif stabil masih -0.3% begitu juga dengan data Core belum berubah 0.2%. Walaupun data factory order di Jerman masih positif. Dengan fokus pasar tertuju pada perkembangan politik dan data ekonomi di AS fundamental yang akan dirilis malam ini tidak akan banyak berpengaruh pada pergerakan mata uang Euro. Data yang akan dirilis diantaranya Industrial Production dan neraca perdagangan di Jerman dan Prancis.



Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: