News / Read

Euro melemah pada hari Kamis tertekan penutupan ekonomi Jerman

Blog Single

Euro melemah pada hari Kamis tertekan penutupan ekonomi Jerman

Euro kembali melemah turun meninggalkan level 1.22 terhadap dolar. Perpanjangan masa lockdown di Jerman hingga 8 sampai 10 pekan mendatang seperti yang diminta Kanselir Jerman - Angela Merkel dan sejumlah wilayah di kawasan ini menjadi alasan data ekonomi di kwartal pertama tahun 2021 akan memburuk.

Pelemahan mata uang Euro juga dipicu oleh pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde yang dalam pidato kemarin menyatakan ECB memonitor mata uang Euro secara intensif. Anggota ECB lainnya - Villeroy menambahkan spesifik terhadap dampak negatif dari penguatan mata uang Euro.

Hal ini dapat diartikan ECB Bersiap untuk mengambil langkah yang diperlukan jika dibutuhkan. Data ekonomi di Italia juga masih cenderung menurun dengan produksi industri merosot -1,4% dari periode sebelumnya + 1,4% dan ini jauh lebih buruk dari perkiraan hanya turun 0,4%. Hari ini tidak ada data ekonomi hanya rilis nota pertemuan moneter ECB pada bulan lalu.

Dolar berbalik menguat terhadap mata uang lainnya dengan mengikuti keputusan pemakzulan Trump yang ditunda hingga pekan depan dan harapan akan mengajukan paket stimulus tambahan yang segera diajukan oleh Presiden terpilih - Joe Biden segera setelah pelantikannya pada Rabu pekan depan.

Setelah DPR AS melakukan voting 232 suara melawan 197 dan 4 suara abstain untuk pemakzulan Presiden Trump. Dari 232 suara tersebut, 222 suara bulat dari Partai Demokrat dan 10 suara dari Partai Republik dalam DPR AS yang ikut memilih untuk melengserkan Presiden Trump. Namun hasil voting DPR ini masih harus mendapat persetujuan Senat yang baru akan membahas hal ini pekan depan tepatnya pada 19 Januari atau sehari sebelum pelantikan Joe Biden.

Presiden Trump yang untuk pertama kali tampil didepan umum paska pendudukan berdarah di Capitol Hill mengatakan permakzulan atas dirinya merupakan hal yang mengada-ada dan pernyataan tidak pernah mendukung aksi yang terjadi pekan lalu tersebut. Dengan masa jabatan yang sebentar lagi berakhir, pemakzulan atas dirinya sepertinya tidak akan banyak berpengaruh pada kondisi politik di AS.

Setelah Wakil Presiden - Tolak menolak mengajukan amandemen ke 25, muncul amandemen ke 14 yang dijadikan penggantinya yang tidak diperlukan perantara Wakil Presiden lagi. Dalam amandemen ke 14 ini lebih kurang siapa saja yang kerusuhan dan pemberontakan tidak layak membuat jabatan baik di legislatif maupun eksekutif.

Proses politik ini masih akan berjalan dan dampaknya diperkirakan sangat minimal karena Trump sudah akan lengser sebelum keputusan tersebut diambil. sedangkan pasar lebih tertarik pada detil paket stimulus tambahan yang akan diajukan oleh administrasi Presiden terpilih - Biden setidaknya pada hari pertama masa jabatannya pada hari Kamis pekan depan. Diperkirakan paket stimulus kali ini akan langsung dianggap cukup karena dana untuk percepatan produksi dan distribusi vaksin, jaminan tenaga kerja, dana bantuan untuk UKM, dana bantuan dan banyak lainnya.

Meskipun demikian paket stimulus dalam jumlah yang cukup besar akan mengalami persetujuan persetujuan dari Kongres. Jika Biden memilih untuk paket stimulus yang lebih sedikit peluang untuk persetujuan lebih besar. Namun hal ini akan mengecewakan pasar karena diharapkan Biden akan memenuhi janjinya dalam kampanye pilpres tahun lalu.

Kekhawatiran terbesar adalah kerusuhan yang mungkin akan terjadi lagi pada saat pelantikan Joe Biden sebagai Presiden ke 46 pada 20 Januari mendatang sehingga kemungkinan akan terjadi aksi profit taking menjelang hingga sehari sebelum pelantikan tersebut.

Data ekonomi fundamental di AS juga relatif membaik dengan IHK inflasi yang masih naik 0,4% sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 0,2%. Sedangkan jika tidak memasukkan komponen makanan dan kenaikan BBM hanya 0,1% atau cenderung turun dari periode sebelumnya 0,2%. Hari ini tidak ada data yang penting.




Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: