News / Read

Dolar melemah pada pasar hari Rabu setelah pelantikan presiden AS

Blog Single

Dolar melemah pada pasar hari Rabu setelah pelantikan presiden AS

Dolar diperdagangkan melemah terhadap mata uang lainnya setelah pelantikan Joe Biden menjadi Presiden AS ke 46 berjalan dengan lancar. Dalam pidato-nya Biden berjanji akan menghentikan yang disebutnya sebagai perang tidak beradab karena perpecahan yang terjadi di dalam negeri akibat ekonomi yang babak belur dan parahnya pandemik covid-19 yang merenggut hingga lebih dari 400.000 nyawa di AS.

Administrasi Presiden Biden ini juga akan segera mengajukan paket stimulus baru senilai hampir $2 triliun dan juga menargetkan vaksinasi untuk 100 juta rakyat AS dalam 100 hari pertama masa jabatannya. Selain itu tidak kurang ada 17 kebijakan eksekutif yang sudah ditandatangani di hari pertama sebagai Presiden AS. Sementara Wakil Presiden – Kamala Harris melantik 3 senator Partai Demokrat untuk menduduki kursi di Senat yang sekaligus mengkonfirmasi mayoritas Partai Demokrat di Senat AS untuk pertama kali sejak pemilu tahun 2014 lalu.

Selain Senat, Kongres AS terdapat DPR yang mayoritas kursi masih dikuasai oleh Partai Demokrat. Mayoritas di Senat ini menjadi penting untuk memuluskan rancangan undang-undang melalui Kongres yang akan menjadi program kerja Presiden Biden selama masa jabatannya.

Bursa saham menyambut baik pergantian presiden ini akan membawa perubahan ekonomi yang lebih baik terlebih dengan tersedianya vaksin antivirus covid-19 untuk terus menekan penyebaran virus ini.

Pasar juga akan terus mengikuti perkembangan 100 hari pertama program kerja Presiden Biden terutama terkait dengan pemulihan ekonomi. Selain itu hari ini juga akan dirilis data indeks manufaktur di negara bagian Philadelphia, laporan mingguan klaim pengangguran dan data sektor perumahan.

Euro mengalami koreksi terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) hari ini. Meskipun tidak diharapkan akan mengubah suku bunga maupun program QE-nya namun pasar akan mencermati kebijakan ECB dalam memonitor pergerakan mata uang Euro. Beberapa waktu lalu Presiden ECB – Christine Lagarde menyatakan memonitor terus penguatan mata uang

Euro terhadap dampaknya bagi perekonomian di wilayah ini. Selain itu pasar juga akan mencermati adanya revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang pada pertemuan sebelumnya di bulan Desember lalu diturunkan. Pemberlakuan pembatasan dan lockdown yang ketat dibeberapa wilayah di kawasan ini membuat perkiraan akan terjadinya perubahan proyeksi tersebut. Namun optimisme juga tetap ada dengan tersedianya vaksin dan harapan akan jalinan hubungan dagang yang lebih baik dengan AS dibawah kepemimpinan Presiden yang baru. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: