News / Read

Dolar terus menguat Rabu pagi didukung kenaikan yield obligasi AS

Blog Single

Dolar terus menguat Rabu pagi didukung kenaikan yield obligasi AS

Dolar terus menguat Rabu pagi dibantu data yield obligasi dan pergerakan pasar saham AS

Mata uang dolar didukung oleh penguatan yield obligasi 10 tahun pemerintah AS yang menyentuh rekor tertinggi sebelum terjadinya pandemi atau sejak Februari 2020 seiring dengan kembalinya optimisme pemulihan ekonomi. Pernyataan dari Ketua Fed cabang St. Louis – James Bullard menjadi pemicu penguatan tersebut setelah dalam wawancara dengan CNBC menyatakan kondisi finansial di AS relatif masih baik dan inflasi diperkirakan akan naik tahun ini.

Di tempat lain Ketua Fed cabang San Francisco – Mary C. Daly menepis kritik terhadap rendahnya suku bunga ditambah dengan paket stimulus yang akan diluncurkan akan menyebabkan kondisi ekonomi overheating dan memicu inflasi yang tinggi. Daly mengatakan jangan terlalu takut dengan inflasi tinggi terlebih dengan kondisi ekonomi saat ini.

Malam ini data terpenting pekan ini akan dirilis yaitu Retail Sales dan data lainnya seperti data PPI, Utilisasi kapasitas industri, produksi industrial dan sentimen bisnis. Lewat tengah malam nanti juga akan dirilis nota pertemuan FOMC bulan lalu yang akan dicermati pasar karena berisi pandangan sejumlah pejabat Fed terhadap perkembangan kondisi ekonomi terkini.

Euro berlanjut melemah seiring penguatan mata uang dolar hingga kembali turun dari level 1.21 meskipun data ekonomi relatif masih cukup positif. Data GDP cukup meningkat -0.6% yang lebih baik dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya -0.7%. Hasil survey dari ZEW mengenai sentimen ekonomi di Jerman dan kawasan Uni Eropa secara umum juga meningkat.

Di Jerman indeks sentimen ekonomi naik 71.2 yang jauh lebih baik dari perkiraan turun ke 59.7 dari periode sebelumnya 61.8. Sedangkan di Uni Eropa juga naik 69.6 yang juga lebih baik dari perkiraan naik sedikit ke 59.2 dari periode sebelumnya 58.3. Menurut pimpinan ZEW, pasar finansial di Jerman cukup optimis dalam 6 bulan mendatang akan kembali normal. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: