News / Read

Dolar diperdagangkan lebih kuat pada pembukaan pasar Asia hari Senin

Blog Single

Dolar diperdagangkan lebih kuat pada pembukaan pasar Asia hari Senin

Dolar diperdagangkan lebih kuat terhadap mata uang lainnya pada pembukaan pasar Asia hari Senin, didukung oleh penguatan obligasi pemerintah AS seiring dengan harapa seputar tapering.

Pekan lalu sejumlah pejabat Fed mengatakan Fed masih bisa menjalankan tapering di tahun ini meskipun sektor tenaga kerja masih belum menunjukkan perkembangan seperti yang diharapkan. Termasuk juga Gubernur Fed cabang Cleveland sekaligus anggota voting FOMC – Loretta Mester yang cenderung menyukai jika segera melakukan tapering.

Data inflasi dari sisi Produsen atau PPI yang dirilis pekan lalu masih meningkat  0.7% meskipun tidak sebaik periode sebelumnya 1.0% namun tidak sejelek perkiraan naik 0.6%. Begitu juga dengan data Core yang tidak menyertakan komponen makanan dan konsumsi BBM juga meningkat  0.6% tidak sebaik periode sebelumnya 1.0% namun tidak seburuk yang diperkirakan 0.5%. Diperkirakan angka ini masih akan naik seiring dengan masih terkendala distibusi dan ketersediaan bahan baku.

Di lain tempat Euro mengalami koreksi terhadap Dolar setelah pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) dalam pertemuan moneter mengumumkan akan melakukan tapering pada kuartal ke 4 mendatang.

Nominal yang akan dipangkas dari program stimulus Pandemic Emergency Purchase Programme (PEPP) yang bernilai €80miliar akan menunjukkan seberapa optimis ECB akan pemulihan ekonomi di Uni Eropa. Presiden ECB – Christine Lagarde tidak setuju jika langkah pengurangan stimulus ini dikatakan sebagai tapering, namun lebih suka disebut sebagai kalibrasi ulang.

Fundamental ekonomi masih cenderung variatif dengan data inflasi di Jerman masih tetap 0.0% sama seperti periode sebelumnya. Data Industrial Production di Prancis naik 0.3% lebih jelek dari perkiraan 0.4% dan data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 0.5% menjadi 0.6%.

Sedangkan data yang sama dari Itali terjadi peningkatan 0.8% jauh lebih baik dari perkiraan 0.0% dan data periode sebelumnya juga di revisi membaik dari 1.0% menjadi 1.1%. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: