News / Read

Dolar menahan rally penguatan pada perdagangan hari Selasa

Blog Single

Dolar menahan rally penguatan pada perdagangan hari Selasa

Dolar AS diperdagangkan datar pada hari Selasa, menahan rally kenaikan yang terjadi pada perdagangan sesi sebelumnya.

Rally kenaikan mata uang dolar tertahan oleh berita bahwa pemerintah Federal AS membukukan defisit anggaran bulan lalu senilai $170.6 miliar sebagai akibat dari pendanaan program bantuan selama pandemik. Sehingga secara total mencapai $2.7 triliun untuk tahun fiskal saat ini yang akan berakhir pada akhir Oktober mendatang. Menteri Keuangan – Janet Yellen mengkhawatirkan hal tersebut meskipun masih tetap optimis akan pemulihan ekonomi  di AS.

Tingkat pendapatan pemerintah AS selama 11 bulan terakhir mencapai $3.39 triliun sementara rancangan perdebatan masih terus berlangsung terhadap program infrastruktur Presiden Biden yang mencapai $3.5 triliun. Senator Joe Manchin menyarankan anggaran untuk program tersebut dengan nominal yang lebih kecil yaitu hanya $1.5 triliun. Tentu saja hal ini menjadi polemik di parlemen AS dan akan sulit untuk dapat  mencapai kesepakatan mengingat jauhnya gap anggaran kedua usulan tersebut. Kekhawatiran akan perdebatan yang berkelanjutan dan membuat pemerintah harus menaikkan batas atas anggaran dan membuat defisit akan semakin membesar.

Sementara itu disisi lain pasar masih optimis Fed akan melakukan tapering dengan Gubernur Fed cabang Philadelphia – Patrick Harker yang menginginkan dilakukannya hal tersebut dalam tahun ini juga. Pejabat Fed sepertinya lebih memberati data inflasi di AS meskipun sektor tenaga kerja relatif belum membaik.

Di lain tempat, Poundsterling relatif stabil terhadap mata uang Dolar menjelang rilis data sektor tenaga kerja hari ini. Seperti halnya bank sentral lainnya data sektor tenaga kerja dan inflasi akan menjadi perhatian utama dan menjadi pertimbangan untuk melakukan perubahan kebijakan moneter. Jika data sektor tenaga kerja hari ini menunjukkan peningkatan dan data inflasi CPI yang akan dirilis esok hari juga meningkat maka dipastikan Bank Sentral Inggris (BOE) akan segera melakukan tapering.

Sejumlah pejabat BOE termasuk Gubernur BOE – Andrew Bailey juga mengakui bahwa saat ini syarat minimum untuk mengubah kebijakan moneter sudah tercapai. Dengan inflasi yang terus naik seiring dengan pemulihan ekonomi dan pandemi yang semakin terkendali di Inggris membuat BOE mempunyai peluang untuk tidak sekedar melakukan tapering namun juga menaikkan suku bunga untuk langkah berikutnya. 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: